Banjir Jakarta

BANJIR Kepung Jakarta Akibat Cuaca Ekstrem, Haji Lulung: Pak Anies, Anda Ditolong Allah

Banjir mengepung Jakarta akibat cuaca ekstrem dan hujan lebat, Haji Lulung mengatakan, Gubernur Anies Baswedan ditolong oleh Allah.

Warta Kota
Haji Lulung mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih ditolong Allah soal banjir Jakarta. Foto dok: Anggota DPR RI Abraham Lunggana (Haji Lulung) di Balai Kota DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih ditolong Tuhan soal banjir Jakarta.

Anies masih ditolong Allah karena banjir Jakarta surut dalam waktu satu hari atau lebih pendek dari tahun-tahun sebelumnya, selain penanganannya yang baik.

Hal itu dikatakan oleh anggota DPR RI Abraham Lunggana atau yang lebih populer dikenal Haji Lulung .

Video: Takziah ke Rumah Anak Tenggelam di Kembangan, Anies Sampaikan Bela Sungkawa

Haji Lulung menyebutkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih ditolong Tuhan soal banjir Jakarta yang surut dalam waktu satu hari atau lebih pendek dari tahun-tahun sebelumnya, selain penanganannya yang baik.

"Alhamdulillah, ini Pak Anies ditolong Allah SWT. Ini juga sudah saya sampaikan ke beliau waktu kami melayat ke rumah almarhum pengurus Bamus Bang Azis Ambadar pada minggu lalu, 'saya bilang, Pak Anies Anda ditolong Allah'," kata Lulung di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Menurut Lulung, pertolongan ini terlihat pada cuaca ekstrem dan hujan lebat serta banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia sepanjang awal tahun 2021 termasuk di Jakarta.

Baca juga: VIDEO Viral Antrean Lansia di RSUD Kembangan, DPR RI Evaluasi Pendaftaran Vaksin Covid-19

Baca juga: PSI Tantang Anies Baswedan Bongkar Bangunan Warga Pinggir Kali Krukut di Kemang

"Nah ini di Jakarta banjir baru terjadi kemarin. Sesuai data di BPBD DKI yang terdampak hanya 200 dari total 30.000 RT di DKI atau hanya 0,6 persen yang terdampak. Dan Alhamdulillah, hari Senin pagi sudah surut 100 persen. Ini beda dengan tahun-tahun lalu," katanya.

Menurut Lulung, tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir membuat luapan air sungai di Jakarta tidak bisa dihindari.

Apalagi durasi hujannya panjang pasti membuat volume air yang sangat besar.

"Lihat saja, kemarin selain Jakarta, di Bekasi, Depok dan Tangerang banjir semua, tanggul jebol, airnya tinggi," kata Lulung.

Baca juga: IPW Desak Kapolri Copot Kombes Auliansyah dari Jabatan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya

Haji Lulung mengaku senang karena durasi waktu banjir di Jakarta sangatlah cepat.

Warga yang menjadi korban banjir pun hanya tinggal di tempat pengungsian tak lebih dari 24 jam.

"Jadi, saya bersyukur karena warga bisa langsung pulang ke rumah. Apalagi, sekarang lagi Covid-19, kasihan warga," kata Ketum Bamus Betawi itu.

Namun demikian, Lulung juga mengingatkan jajaran Pemprov DKI agar tetap bersiaga dan meningkatkan kinerja menyusul adanya prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem di Jakarta dan sekitarnya pada pekan ini.

Baca juga: BPTJ: Akibat Banjir, Layanan Transportasi Publik Berbasis Jalan Sempat Terhambat

"Jadi, apa yang sudah bagus Pemprov DKI tetap dipertahankan, begitu juga langkah antisipasi dalam penanggulangan banjir di Jakarta juga terus ditingkat. Seperti adanya pengerukan waduk, membuat drainase, menyiapkan pompa dan lain sebagainya," kata Lulung.

BMKG memprediksi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada 23-24 Februari 2021.

Beberapa pengungsi banjir di DKI Jakarta positif Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan masih ada 10 tempat pengungsian akibat banjir di Ibu Kota dan beberapa pengungsi terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: UPDATE Tinggi Muka Air Selasa: Waspada! Pintu Air Pasar Ikan SIAGA 2, Angke Hulu Siaga 3

"Saat ini masih ada 10 tempat pengungsian aktif dari sebelumnya ada 44 titik, ini kami fasilitasi sampai bisa berkegiatan kembali. Dari pengungsinya, ada di beberapa lokasi yang memang ketika dites antigen hasilnya positif Covid-19," kata Anies di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Para pengungsi yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu kemudian ditempatkan di tenda isolasi dan dilakukan pengetesan lebih jauh serta dilakukan pelayanan yang dibutuhkan.

Misalkan, jika yang bersangkutan memerlukan isolasi akan diarahkan untuk mendapatkan perawatan di fasilitas isolasi terkendali milik pemerintah.

"Bila butuhnya perawatan rumah sakit, maka diantar ke rumah sakit," kata Anies.

Baca juga: BPTJ: Akibat Banjir, Layanan Transportasi Publik Berbasis Jalan Sempat Terhambat

Berdasarkan data dari BPBD hingga Minggu (21/2) pukul 15.00, terdapat 15 RW terdiri atas 29 RT yang masih terdampak, dari total 30.470 RT yang ada di Jakarta atau 0,095 persen.

Angka tersebut menurun jika dibandingkan pada Sabtu (20/2) wilayah terdampak sempat mencapai 113 RW terdiri atas 342 RT.

Sementara jumlah pengungsi saat ini sebanyak 1.332 jiwa dari 384 KK, semuanya dari wilayah Jakarta Timur.

Angka tersebut juga telah menurun dari kemarin yang mencapai 3.311 jiwa pengungsi, tersebar di 44 lokasi pengungsian.

Baca juga: KAI Targetkan Sore Ini Jalur Rel Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang dapat Kembali Dilalui

Kemudian dilaporkan juga ada lima orang meninggal dunia akibat banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan empat di antara korban itu adalah anak-anak dan satu pria lanjut usia (67 tahun).

Korban merupakan lansia 67 tahun berjenis kelamin laki-laki yang terkunci di dalam rumah, di Jatipadang, Jakarta Selatan.

Selain itu, empat anak-anak terdiri atas tiga anak laki- laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain.

Baca juga: Jalur Rel Kedunggedeh-Lemah Abang Masih dalam Perbaikan, KAI Kembali Batalkan Perjalanan Kereta

"Satu anak perempuan usia tujuh tahun yang tenggelam di Jakarta Barat," katanya. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved