Ujaran Kebencian

Ahli Bahasa: Gus Nur Unggah Pernyataan Soal NU di YouTube demi Viewer dan Subscriber

Andika menegaskan apa yang dilakukan Gus Nur, baik pernyataan di dalam video maupun aktivitas pengunggahannya, adalah sesuatu yang memang disengaja.

Editor: Yaspen Martinus
Layar tangkap Youtube
Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur, didakwa atas dugaan ujaran kebencian dan SARA terhadap Nahdlatul Ulama (NU). 

Berbeda halnya dengan aktivitas transmisi yang memiliki syarat harus mempunya tujuan audiens.

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte: Penghapusan Nama Djoko Tjandra Kewenangan Menkumham Atau Dirjen Imigrasi

Contohnya, aktivitas mengirim pesan lewat SMS, di mana pengirim memiliki target penerima.

"Kalau transmisi, itu syaratnya ada audiens yang ditarget, misalnya mengirim SMS."

"Kalau distribusi itu tidak ada penerima yang dituju, tapi ke semua."

"Jadi semua orang yang berpotensi melihat sebuah konten, maka orang yang menyiarkan dinyatakan mendistribusikan," papar Andika.

Dakwaan

Sugi Nur Rahardja didakwa atas dugaan ujaran kebencian dan SARA terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Jaksa mendakwa Gus Nur dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Dakwaan ini merujuk pada video wawancara dalam akun YouTube MUNJIAT Channel, yang berisi pembicaraan antara saksi Rafly Harun dengan Gus Nur.

Baca juga: Juru Bicara Jusuf Kalla: Bertanya Saja Membuat Gerah, Bagaimana Pula Kalau Dikritik?

Dalam video sesi wawancara tersebut, Gus Nur menyampaikan pernyataan yang menganalogikan NU bak sebuah bus umum yang punya sopir mabuk, kondektur teler, kernet ugal-ugalan dan penumpang liberal, sekuler, bahkan PKI.

Video sesi wawancara itu dibuat Gus Nur bersama Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun pada 16 Oktober 2020, di Sofyan Hotel, Jl Prof. DR Soepomo, Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, Gus Nur didakwa melanggar Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: Tak Berikan Rekomendasi, KASN Lempar Aduan Soal Din Syamsuddin ke Satgas Radikalisme dan Kemenag

Ia  diancam pidana sebagaimana Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja yang dikenal dengan panggilan Gus Nur, di Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2020) pukul 00.00.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved