Breaking News:

Putusan Pengadilan

Tidak Naik Kelas, Siswa SD Negeri di Tarakan Gugat Sekolahnya dan Menang, Begini Duduk Perkaranya

Seorang anak SD menggugat sekolahny akibat tidak naik kelas. Hakim pengadilan pun memenangkan sang anak SD. Simak duduk perkara dan kisahnya.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Kompas.com
Seorang anak SD menang dalam gugatan terkait dirinya yang tidak dinaikan kelas oleh sekolahnya. 

Pihak sekolah juga menyebut bahwa AT sudah bertemu dengan guru pembina keagamaan yakni Ibu IDR dan ternyata tidak menemukan penyelesaian terkait guru agama YT.

Selanjutnya, pihak sekolah juga menyebut bahwa surat rekomentasi dari Kementerian agama tertanggal 3 Januari 2020 berbunyi : “perihal anak murid SDN 051 Tarakan yang tidak diberikan soal pelajaran Agama Kristen, disampaikan bahwa jika yang bersangkutan memang benar-benar aktif mengikuti pelajaran pendidikan Agama Kristen (PAK) agar tetap diikutkan dalam Ujian Semester dan Ujian Pelajaran Agama Kristen.”

Dari bunyi surat itu, pihak sekolah menggarisbawahi kalimat benar-benar aktif.

Menurut pihak sekolah, YT sama sekali tidak pernah masuk kelas pada jam pelajaran Agama Kristen di sekolah.

Oleh karena itulah YT tidak mendapatkan nilai pelajaran agama dan akhirnya tidakn naik kelas.

Padahal sebenarnya YT tidak mengikuti pelajaran agama lantaran pihak sekolah hanya menyediakan pelajaran agama Kristen, bukan pelajaran agama penganut Saksi-Saksi Yehuwa sesuai yang dianut YT.

Sementara itu, saksi dari PNS Penyelenggara Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Tarakan, Otto Simon Tanduk, dalam kesaksiannya yang tertuang di surat putusan hakim, menyatakan bahwa Saksi-saksi Yehuwa bukanlah merupakah suatu aliran kepercayaan, tetapi merupakan bagian dari Gereja Kristen.

Otto juga menyatakan bahwa saksi-saksi Yehuwa terdaftar di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI,

Selain itu, Otto juga menyatakan bahwa benar status hukumnya Saksi-saksi Yehuwa adalah diakui.

Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan Kereta Jarak Jauh Hari Ini Senin 22 Februari 2021 Dibatalkan

Putusan Hakim

Dalam bagian menimbangnya, hakim berpendapat bahwa surat pernyataan yang diminta sekolah bukanlah persyaratan untuk mendapatkan pelajaran pendidikan agama kristen.

Sehingga tanpa surat pernyataan itu pun, sekolah seharusnya tetap melibatkan atau memberikan pelajaran pendidikan agama kristen kepada murid atau penggugat sesuai ketentuan Pasal 12 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pendidikan dan Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor : 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

Menurut hakim, hal itu selaras juga dengan dinyatakan bahwa Saksi-Saksi Yehowa Indonesia merupakan bagian dari Gereja Kristen sehingga dalam hal pelajaran pendidikan agama di sekolah, Majelis Hakim berpendapat tetap mengikuti Pelajaran Pendidikan Agama Kristen, tanpa mempersoalkan dogma/ajarannya.

Hakim lalu mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya dan menyatakan batal keputusan tidak naik kelasnya YT.

Hakim juga mengharuskan pihak sekolah mengeluarkan rapor baru untuk penggugat dengan nilai agama yang cukup agar YT bisa naik ke kelas III sekolah dasar. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved