Breaking News:

Soal Banjir di Ibu Kota, Juaini Yusuf Mengibaratkan Air di Ember Dituang ke Gelas

Disebutkan,  banjir yang mengakibatkan warga mengungsi itu karena adanya luapan air kiriman hulu di Kali Krukut.

YouTube Pemprov DKI Jakarta
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengatakan, Dinas SDA DKI Jakarta telah mengidentifikasi penyebab banjir yang terjadi di wilayah Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (20/2/2021).

Disebutkan,  banjir yang mengakibatkan warga mengungsi itu karena adanya luapan air kiriman hulu di Kali Krukut.

Juaini mengungkapkan, hujan ekstrem yang terjadi saat itu juga berkontribusi terhadap debit air yang ada di kali. Lantaran tidak mampu menampung air kiriman hulu dan adanya hujan ekstrem di lokasi, membuat air yang ada di kali meluap hingga merendam permukiman warga.

Baca juga: Kena Relaksasi PPnBM, Harga Baru Suzuki All New Ertiga dan XL7 Segera Rilis

Baca juga: VIDEO Jasad Bocah Tenggelam di Kali River Park Ditemukan,Terbawa Arus Sejauh 1,5 Kilometer

“Contohnya kita punya wadah gelas sebagai daya tampung, tapi ketika kita tumpahkan air satu ember tentu akan meluap. Kira-kira begitu gambarannya yang kejadian banjir kemarin,” kata Juaini pada Senin (22/2/2021).

Hal itu dikatakan Juaini usai menggelar rapat dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta terkait musibah banjir. Namun rapat itu digelar secara tertutup antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI.

Kata Juaini, hampir semua sungai yang ada di Jakarta juga meluap akibat cuaca ekstrem dan adanya kiriman air dari hulu. Karena itu, air hujan lokal yang ada di drainase permukiman warga tidak bisa mengalir ke sungai ataupun kali, sehingga turut merendam permukiman warga.

“Tapi ketika kalinya itu sudah turun dan debit air dari hulu juga sudah turun, otomatis secara gravitasi itu sudah langsung surut. Jadi kemarin banjir juga nggak terlalu lama. Banjir hari Sabtu (20/2/2021), siangnya juga sudah pada surut, tinggal kemarin hari Minggu (21/2/2021) dilakukan pembersihan karena ada sisa lumpur bekas banjir,” jelasnya.

Baca juga: Psikis Amanda Manopo Terguncang usai Diancam Dibunuh, Takut Kasus Via Vallen Terulang

Baca juga: Uang APM untuk Bayar PPnBM Mobil Sebelum Maret 2021 Tidak Kembali

Dengan adanya musibah itu, Juaini akan memaksimalkan program Grebek Lumpur yang selama ini dikerjakan. Program ini fokus mengeruk endapan lumpur di sejumlah tali air seperti drainase, saluran penghubung, kali, sungai hingga pembuatan waduk.

Kalau seperti ini tentunya program Grebek Lumpur tetap kami harus lanjutkan, karena untuk menambah daya tampung daripada sungai dan saluran yang ada. Kalau kami nggak angkat lumpurnya tentu kan kapasitas daya tampung airnya berkurang,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga akan melanjutkan program pembuatan drainase vertikal melalui sumur resapan. Dia menjelaskan, keberadaan sumur resapan sangat membantu dalam menampung air hujan ketika hujan ekstrem melanda Ibu Kota.

“Untuk di Kemang tetap ada sumur resapan karena sudah dibuat Sudin SDA Jaksel, dan nanti akan dilaksanakan lagi. Mungkin yang selama ini ada jadi genangan,” imbuhnya.

Berdasarkan catatannya, jumlah sumur resapan yang ada di Ibu Kota mencapai 2794 titik. Seluruh titik itu dibangun Dinas SDA bersama sudin-sudin di enam wilayah kota/kabupaten.

Baca juga: VIDEO Geobag Penutup Tanggul Roboh di Pondok Gede Permai Telah Dikerjakan 20 Meter

Baca juga: Banjir di Bekasi Menggerus Fondasi Rel Kereta, PT KAI Batalkan 42 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh

Dia meyakini jumlah itu lebih kecil dibanding kenyataannya. Sebab seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov DKI Jakarta juga turut membangun sumur resapan di wilayah kerjanya masing-masing.

Hanya saja Juaini tidak mengetahui angka pasti total sumur resapan karena pendataan keseluruhannya dilakukan oleh Biro Pembangunam dan Lingkungan Hidup pada Setda DKI Jakarta. “Rencana kami di tahun 2021 sampai 2022 itu ada 300.000 titik sumur resapan dengan anggaran Rp 400 miliar,” imbuhnya.

“Sumur resapan sangat efektif seperti yang disampaikan oleh beberapa kasus ini lokasi-lokasi yang selama ini sering terjadi genanangan, sudah terkendali. Misalnya di depan kantor Kecamatan Jatinegara itu biasa ada genangan di badan, sekarang hilang karena air lari ke sumur resapan itu,” tambahnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved