Breaking News:

Banjir Jakarta

Reaktif Covid-19 Setelah Jalani Rapid Tes Antigen, Sejumlah Pengungsi Dirujuk ke Wisma Atlet

Reaktif Covid-19 Setelah Jalani Rapid Tes Antigen, Sejumlah Pengungsi Dirujuk ke Wisma Atlet. Pemprov DKI tidak Jelaskan Secara Rinci Jumlahnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Suasana posko pengungsian kebakaran di Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (18/2/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan, ada beberapa pengungsi yang terpaksa dirujuk ke RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Pasalnya, hasil pemeriksaan rapid tes antigen milik mereka reaktif.

“Sudah ada yang dirujuk, karena ada koordinasi dengan Wisma Atlet. Jadi kalau ada di pengungsian positif melalui swab antigen secara cepat itu bisa langsung berkoordinasi dan dilakukan rujukan ke Wisma Atlet,” kata Widyastuti pada Senin (22/2/2021).

Meski demikian, Widyastuti tak menjelaskan jumlah pengungsi yang dirujuk ke RSDC Wisma Atlet.

Dia mengaku, akan mengecek kembali data lengkapnya.

“Saya untuk detail angkanya belum terima langsung. Tetapi kalaupun ada yang positif segera kami koordinasikan dengan Wisma Atlet, tanpa menunggu hsil swab. Jadi dengan hasil rapid antigen positif sudah bisa dilakukan rujukan ke sana,” jelas Widyastuti.

Baca juga: Kemenhub Mendukung Implementasi Alat Tes Covid-19 GeNose C19 untuk Penumpang Pesawat

Dia menjelaskan, Dinkes telah mengerahkan ratusan tenaga kesehatan di posko-posko pengungsian.

Mereka akan memberikan layanan kesehatan kepada para pengungsi, salah satunya pemeriksaan swab antigen.

Bagi posko yang terdapat 150 pengungsi atau lebih, petugas kesehatan bakal bersiaga di lokasi selama 24 jam.

Sementara bagi posko yang jumlah pengungsinya di bawah 150 orang, petugas kesehatan akan mobile untuk menangani pengungsi di posko-posko lain.

Baca juga: VIDEO Tiga Hari Ngungsi ke Rumah Kerabat, Ruminah Bersih-bersih Rumahnya di Cipinang Melayu

“Kami selalu kerja sama dengan semua OPD (organisasi perangkat daerah) lain terkait dengan banjir. Kemudian rapid antigen dilakukan dan yang reakrif akan langsung dirujuk,” imbuhnya.

“Untuk petugas kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan, karena pengungsi di DKI ini karakteristiknya berbeda-beda ya, ada beberapa titik pengungsian begitu surut langsung kembali ketempat tinggal, sehingga kosong. Jadi kami sesuaikan,” tambahnya.

Baca juga: Basarnas Lakukan Pencarian Hari Kedua Bocah Tenggelam di Kali River Park Pondok Aren

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, banjir yang melanda wilayah Jakarta pada Sabtu (20/1/2021) bukan hanya karena hujan deras, tapi juga adanya kiriman dari Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat. Tercatat ada 1.380 pengungsi akibat banjir yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Anies mengungkapkan, banjir yang terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan karena adanya cuaca ekstrim di wilayah Jabodetabek.

Untuk wilayah Jakarta curah hujannya mencapai 226 milimeter, dan angka itu melebihi batas minimal curah hujan ekstrem sebesar 150 milimeter.

"Jadi Alhamdulillah hari Senin (22/2/2021) pagi seluruh kegiatan perekonomian dan kegiatan pemerintahan bisa berlangsung tanpa ada gangguan sedikit pun akibat curah hujan ekstrem pada hari Sabtu yang lalu," ujarnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved