Breaking News:

Prihatin Terhadap Kondisi Lingkungan, Aktivis Lingkungan Gelar Aksi Teatrikal

Dia menilai, pemerintah tidak tegas dalam menjalankan program pengurangan sampah plastik di tanah air.

Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Aktivis lingkungan menggelar aksi teatrikal sebagai bentuk keprihatinannya terhadap sampah plastik, di Kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (21/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aktivis lingkungan menggelar aksi teatrikal sebagai bentuk keprihatinannya terhadap lingkungan akibat sampah plastik. Acara yang digelar di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (21/2/2021) ini mengundang perhatian publik, karena mereka menampilkan dua pria yang mengenakan kain kafan hingga menyerupai sosok pocong.

Dua pria itu kemudian mengalungkan sampah plastik yang diikat menggunakan seutas tali. Jenis sampah yang dipamerkan beragam, namun paling banyak sampah jenis makanan-minuman.

Aktivis Lingkungan Ummi Tuti Asmawi mengatakan, aksi teatrikal itu menggambarkan bahwa sampah plastik sangat mengancam keselamatan makhluk hidup, terutama manusia. Sampah-sampah tersebut bisa merusak lingkungan karena membutuhkan waktu yang sangat lama hingga ratusan tahun agar dapat terurai.

Dalam kesempatan itu, Ummi juga menyoroti peredaran galon sekali pakai di tengah masyarakat. Dia menilai, pemerintah tidak tegas dalam menjalankan program pengurangan sampah plastik di tanah air.

“Soal dualisme kebijakan, itu menyulitkan posisi para pegiat lingkungan. Di satu sisi membatasi sampah plastik, di sisi lain BPOM mengizinkan produk menggunakan bahan plastik besar, seperti galon sekali pakai,” ujar Ummi berdasarkan keterangannya di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: AC Milan vs Inter Millan 0-3, Gol Lautaro dan Lukaku, Nerazurri Kini Terbukti Lebih Perkasa

Baca juga: Gunakan Tiang Listrik Sebagai Tanda Bahaya Bencana, Warga Kp. Bulak Pondok Aren Sigap Evakuasi Diri

Ummi yang juga merupakan koordinator Bank Sampah Universitas Budi Luhur Jakarta ini mengungkap potensi bahaya dari peredaran galon sekali pakai. Kata dia, bahan plastik sangat berpotensi besar menambah tumpukan samph-sampah plastik yang sudah ada saat ini.

“Dengan ukuran botol saja, bisa mencemari laut, kebayang lima tahun lagi galon sekali pakai jadi sampah laut,” kata Ummi.

Karenanya, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada Sabtu (21/2/2021) ini, Ummi bersama relawan bank sampah Universitas Budi Luhur Jakarta juga membuat replika Monumen Nasional (Monas) dari berbagai macam sampah plastik. Pembuatan Monas dari sampah itu sebagai bentuk kritik agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat dan bijak mengenai pencemaran sampah plastik.

“Stop penambahan sampah plastik, stop peradaban galon sekali pakai. Ini salah satu peringatan kita, jika warga DKI tidak mulai dari sekarang untuk pilah sampah dari rumah dan tetap membuang sampah sembarangan, Monas yang tingginya menjulang akan tertutup oleh sampah-sampah yang kita buang sembarangan,” imbuhnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved