Breaking News:

Virus Corona

Presiden Jokowi Menilai PPKM Mikro Efektif, Sudah Berhasil Diterapkan di India

Presiden Joko Widodo menilai penerapan PPKM Mikro lebih efektif dijalankan karena sudah berhasil di negara lain

Biro Pers Setpres/Lukas
Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif untuk mengendalikan pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan, antara lain berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

Dalam penjelasan Presiden Joko Widodo, sistem karantina wilayah dengan skla mikro sudah berhasil dilakukan di negara lain seperti India.

Baca juga: PPKM Mikro Diperpanjang, Pemerintah Klaim Kasus Aktif Covid-19 secara Nasional Turun Signifikan

Baca juga: Doni Monardo Minta Lurah dan Kepala Desa Aktif Sosialisasi Program PPKM Mikro di RT/RW

Penerapan kebijakan yang telah dimulai sejak 9 Februari 2021 tersebut didasari oleh hasil evaluasi pemerintah terhadap kebijakan pembatasan dengan cakupan wilayah yang sebelumnya lebih luas.

Saat berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pekan lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil.

"Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi. Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8 ribu-9 ribu," kata Presiden.

Menurut Presiden, pembatasan dengan lingkup kecil akan lebih efektif dibandingkan dengan lingkup yang luas.

Presiden mencontohkan, jika hanya ada satu orang di satu RT yang terinfeksi Covid-19, maka cukup RT tersebut yang dikarantina.

"Awal-awal sebetulnya juga saya sudah sampaikan, PSBB skala mikro. Karena enggak efektif. Wong yang merah itu satu RT kok, yang di-lockdown, di-PSBB-kan satu kota, ekonominya dong yang kena. Kalau yang kena satu kelurahan, ya sudah satu kelurahan itu saja yang diisolasi, dikarantina, tapi bukan satu kota," jelasnya.

Kebijakan serupa PPKM skala mikro juga telah diterapkan di negara lain selain Indonesia, antara lain di India.

Baca juga: WNA Boleh Masuk Indonesia Saat PPKM Mikro, Wajib Karantina 5 Hari di Hotel dan Bayar Sendiri

Baca juga: Warga yang Isolasi Mandiri 14 Hari Bakal Dapat Beras 20 Kilogram dan Masker Saat PPKM Mikro

Kepala Negara menyebut bahwa India berhasil menekan kasus aktif bukan melalui kebijakan lockdown secara luas, melainkan lockdown dalam skala mikro.

Halaman
1234
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved