Breaking News:

Polri Takkan Lakukan Penyelidikan Meski Ada Dugaan Penyimpangan Dana Otsus Papua, Ini Alasannya

Dugaan penyimpangan dana Otsus Papua itu pertama kali diungkapkan Baintelkam Polri.

Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan, dugaan penyimpangan dana otsus Papua yang diungkapkan Baintelkam Polri, hanya berupa prediktif untuk dapat diawasi penggunaannya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri tak akan menggelar penyelidikan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran dana otonomi khusus (otsus) Papua, yang diperkirakan mencapai Rp 1,8 triliun.

Dugaan penyimpangan dana Otsus Papua itu pertama kali diungkapkan Baintelkam Polri.

Penyimpangan dana ini sempat diprotes oleh sejumlah kelompok di Papua.

Baca juga: Sejak Digunakan pada Desember 2020, 666 Jenazah Korban Covid-19 Sudah Dimakamkan di TPU Jombang

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan, dugaan penyimpangan dana yang diungkapkan Baintelkam Polri hanya berupa prediktif untuk dapat diawasi penggunaannya.

"Enggak ada (penyelidikan). Itu prediksi untuk dimonitor," kata Argo kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Ia menyampaikan, pengungkapan dugaan ada penyimpangan dana itu bertujuan agar mencegah adanya penyelewengan anggaran terkait Otsus Papua.

Baca juga: Jokowi: Target 182 Juta Penduduk Divaksin Covid-19 Harus Selesai Akhir Tahun Ini

"Jadi jangan sampai ada pelanggaran," jelas Argo.

Sebelumnya, Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri menemukan adanya penyimpangan pengunaaan anggaran dana otonomi khusus (otsus) Papua.

Karo Analis Baintelkam Polri Brigjen Achmad Kartiko mengatakan, penyimpangan penggunaan anggaran tersebut juga ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Achmad Kartiko menerangkan, penyimpangan dana Otsus Papua itu berupa penggelembungan dana dalam pengadaan barang.

Baca juga: Makin Banyak Masyarakat Saling Lapor ke Polisi, Jokowi Bakal Minta DRR Revisi UU ITE

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved