Breaking News:

Banjir Jakarta

Kronologis Relawan FPI Dibubarkan Saat Akan Bantu Warga Cipinang Melayu Kebanjiran

relawan FPI yang mau evakuasi warga RW 04 Cipinang Melayu yang terdampak banjir, Sabtu (20/2/2021) kemarin dibubarkan, begini kronologinya

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Relawan FPI dilarang membantu evakuasi warga Cipinang Melayu yang kebanjiran Foto: Aksi bagi-bagi uang untuk warga RW 04 Cipinang Melayu menimbulkan kerumunan hingga dibubarkan petugas demi antisipasi penyebaran Covid-19, Sabtu (20/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --  Sejumlah relawan FPI yang hendak mengevakuasi warga RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur yang terdampak banjir, Sabtu (20/2/2021) kemarin dibubarkan oleh aparat berwajib.

Pembubaran terjadi sebelum Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyambangi ke lokasi terdampak untuk melihat kondisi terkini. 

Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan pembubaran bermula dari proses evakuasi warga RW 04 korban banjir dari rumah ke posko pengungsian ole petugas gabungan. 

Baca juga: Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan Kereta Jarak Jauh Hari Ini Senin 22 Februari 2021 Dibatalkan

"Ada masyarakat yang menggunakan atribut FPI. Baik atribut di perahu motor, maupun kaos, dan pelampung," kata Saiful, Senin (22/2/2021).

Hanya saja tak dirinci apakah atribut yang dipakai relawan mengacu pada Front Pembela Islam yang dinyatakan sebagai organisasi terlarang atau FPI di sini adalah Front Persaudaraan Islam.

Pasalnya usai pemerintah menyatakan kegiatan Front Pembela Islam dilarang 30 Desember 2020, tidak lama terbentuk organisasi baru bernama Front Persaudaraan Islam. 

Baca juga: Berita Populer Banjir Jakarta: Mobil Mewah Tenggelam Sampai Karangan Bunga Wanita Emas Untuk Anies

Alhasil aparat kepolisian bersama TNI meminta para relawan agar tidak menggunakan atribut FPI apabila ingin membantu proses evakuasi warga uang terdampak banjir. 

"Kalau mau bantu masyarakat, buka atributnya (FPI). Karena apa, karena bentuk kegiatan FPI kan dilarang. Sudah dinyatakan organisasi terlarang kan," sambungnya.

Menyikapi kondisi tersebut, sekitar 10 relawan FPI setuju mencopot atribut yang dikenakan. Hanya saja saat itu mereka memilih pergi ke pemukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu.

“Setelah buka atribut mereka itu boleh ikut bantu evakuasi warga dengan anggota TNI-Polri. Asal pakai baju biasa, tidak mengatasnamakan FPI," lanjut Saiful.

Halaman
1234
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved