Breaking News:

Berita internasional

Kesepakatan Sementara IAEA dan Iran Akhiri Kebuntuan Nuklir

Kunjungan Grossi ke Teheran menandai upaya konkret Amerika Serikat, Uni Eropa dan Iran untuk menyelamatkan Perjanjian Nuklir 2015

Tribunnews.com
Ilustrasi - Foto satelit pada 11 Desember 2020 ini oleh Maxar Technologies menunjukkan pembangunan fasilitas nuklir Fordo Iran. 

Wartakotalive.com - Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mewanti-wanti bahwa "solusi sementara” dengan Iran tetap membatasi pengawasan terhadap pengembangan teknologi nuklir yang dikhawatirkan negara barat. Kesepakatan baru itu akan berlaku untuk waktu tiga bulan.

Kunjungan Grossi ke Teheran menandai upaya konkret Amerika Serikat, Uni Eropa dan Iran untuk menyelamatkan Perjanjian Nuklir 2015. Kesepakatan itu nyaris hangus setelah bekas Presiden AS, Donald Trump, mencabut dukungannya dan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.

Desember silam, parlemen Iran menuntut legislasi baru untuk membekukan sebagian inspeksi IAEA jika AS urung mencabut sanksi pada hari Minggu ini. Teheran mengabarkan kepada IAEA, pihaknya akan menunda pelaksanaan "langkah transparansi sukarela”, yakni kunjungan terhadap situs non-nuklir, termasuk milik militer jika diminta IAEA.

Grossi mengatakan, solusi sementara "memperkecil akses” lembaganya terhadap fasilitas atom Iran. "Tapi kami masih bisa menjalankan tingkat pengawasan dan verifikasi yang krusial.”

"Apa yang kami sepakati adalah sesuatu yang praktis, berguna untuk menjembatani jurang yang kita hadapi saat ini. Perjanjian ini mengurai situasinya,” kata dia usai tiba di Wina.

Kompromi teknis

Di bawah kesepakatan teranyar, Teheran akan "merekam dan menyimpan hasil rekaman piranti pengawasan serta informasi terkait aktivitas nuklirnya selama tiga bulan,” tulis IAEA. "Selama masa ini, IAEA tidak akan bisa mengakses informasi-informasi tersebut.”

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif menegaskan, Undang-undang Iran tidak mengizinkan pemerintah "menyediakan hasil rekaman” kamera pengawas di situs-situs nuklirnya kepada IAEA.

"Jika sanksi dicabut dalam waktu tiga bulan, Iran akan mengirimkan informasi ini kepada IAEA. Jika tidak, informasinya akan dihapus untuk selamanya,” tulis badan PBB itu lagi.

Dia mengatakan pihaknya ingin mencegah "kebuntuan” terkait kelanjutan inspeksi IAEA. Tapi dia juga mewanti-wanti, Iran akan menjauhi komitmennya jika Washington gagal mencabut sanksi.

Halaman
12
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved