Breaking News:

Banjir Bekasi

Banjir di Bekasi, Wali Kota Rahmat Effendi Susuri Kali Cakung Buat Bangun Polder

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyusuri Kali Cakung dari hulu hingga hilir untuk memetakan pembuatan polder banjir guna meminimalisir banjir.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersiap menyusuri Kali Cakung untuk melihat kemungkinan pembangunan polder banjir guna mengatasi banjir di Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menulusuri aliran Kali Cakung dari hulu hingga hilir, guna memetakan pembuatan polder banjir sebagai langkah meminimalisir bencana banjir.

Rahmat mengatakan tiitik hulu Kali Cakung sendiri berawal dari Kawasan Kecamatan Pondok Melati dan berakhir menuju Kanal Banjir Timur (KBT) yang merupakan wilayah hilir.

"Kami habis ngurut Kali Cakung dari hilir sampai ke hulu. Hulunya ini ke atas. Dia enggak sampai ke Cikeas, dia cuma sampai ke Pondok Melati," ujar Rahmat saat meninjaubdi Perum Nasio, Jatiasih, Bekasi, Senin (22/2/2021).

Baca juga: PLN Pastikan 99 Persen Listrik di DKI Jakarta Kembali Pulih setelah Banjir

Rahmat menjelaskan luapan air Kali Cakung signifikan menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir, seperti yang terjadi di Perum Nasio, Pondok Gede, Medan Satria dan Bekasi Barat.

"Ini itu ujungnya masuk ke BKT. Jadi dia dari Pondok Melati melintas ke Jatiasih melintas ke Bekasi Selatan, Pondok Gede Cibening, Bekasi Barat, Medan Satria trus ke BKT. Itu Kali Cakung, baru 1 kali," katanya.

Rahmat menyatakan perumahan-perumahan yang dibangun di dekat aliran Kali Cakung menyebabkan wilayah resapan air semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Baca juga: 4 Korban Meninggal Akibat Banjir di Bekasi karena Terseret Arus dan Tersengat Listrik

"Nah sekarang yang menjadi persoalan adalah akibat pemanfaatan ruang yang lebih besar daripada ketersediaan ruang yang ada. Sehingga yang dulu air-air yang bisa nampung deras pada saat hujan, enggak bisa lagi, ya turun ke tempat yang lebih rendah. Persoalannya ada pada elevasi yang rumah dibangun tahun 1980an. Nasio 1984, IKIP, terus ke bawahnya sampai dengan perumahan," kata Rahmat.

Oleh sebab itu, ia merencanakan untuk membuat beberapa polder di sepanjang aliran Kali Cakung untuk menambah wilayah tangkapan air.

"Membuat tangkapan air baik denga long storage maupun juga dengan polder atau tandon, atau embung dengan sistem pompa dari sini sampai ke BKT," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved