Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Bacakan Pleidoi, Irjen Napoleon Bonaparte Bilang Pembuktian JPU Sia-sia

Napoleon juga mengatakan, surat-surat NCB Polri yang digunakan jaksa sebagai dasar pembuktian, sia-sia.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte, menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte menyatakan, jaksa penuntut umum (JPU) tak dapat membuktikan adanya penyerahan atau penerimaan suap kepada dirinya.

Jaksa, kata dia, cuma bisa membuktikan pertemuan antara dirinya dengan seorang terdakwa dalam kasus yang sama, Tommy Sumardi.

Hal ini ia sampaikan saat membacakan nota pembelaan alias pleidoi, pada sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice Interpol Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Polri Takkan Lakukan Penyelidikan Meski Ada Dugaan Penyimpangan Dana Otsus Papua, Ini Alasannya

"Terkait dakwaan terhadap kami yang dianggap telah menerima sejumlah uang dari Tommy Sumardi."

"Ternyata Saudara Jaksa Penuntut Umum hanya bisa membuktikan fakta adanya peristiwa di mana Tommy Sumardi telah 3 kali bertemu dengan kami," kata Napoleon.

Ia menjelaskan, jaksa hanya membuktikan telah terjadi pertemuan dirinya dengan Tommy Sumardi di Kantor Kadiv Hubinter Polri pada awal April, 16 April, dan 4 Mei 2020.

Baca juga: Relawan FPI Disuruh Copot Atribut Saat Bantu Korban Banjir, Kuasa Hukumnya Ogah Ambil Pusing

Napoleon juga mengatakan, surat-surat NCB Polri yang digunakan jaksa sebagai dasar pembuktian, sia-sia.

Lantaran, menurutnya surat tersebut dibuat memang sebagaimana aturan yang berlaku.

"Ternyata telah sesuai dengan kewajiban yang harus dilakukan oleh NCB Intepol Indonesia sebagaimana ketentuan yang diatur dalam ketentuan perundang - undangan, beberapa aturan Kapolri, maupun di dalam ketentuan interpol," tuturnya.

Dituntut 3 Tahun Penjara

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved