Breaking News:

Banjir Tangerang

Arief R Wismanyah Sebut Ada 15.000 Warga Kota Tangerang Terdampak Banjir

Banjir masih menggenangi sebagian wilayah Kota Tangerang hingga Senin (22/2/2021) ini. Belasan ribu warga terdampak dari banjir tersebut.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, merinci mengenai jumlah korban dari bencana banjir ini. Menurutnya, ada sekitar 15.000 warga yang terdampak. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Banjir masih menggenangi sebagian wilayah Kota Tangerang hingga Senin (22/2/2021) ini. Belasan ribu warga terdampak dari banjir tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah.

Ia merinci mengenai jumlah korban dari bencana banjir ini.

"Warga terdampak banjir sekitar 15.000 jiwa," ujar Arief saat ditanyai Warta Kota di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, ada sejumlah titik yang hingga saat ini belum surut.

Namun, ada juga wilayah yang genangan airnya berangsur surut.

"Kalau di bagian Tangerang timur sudah surut, hanya Perumahan Kartika Ciledug yang masih tergenang dikarenakan tanggul jebol," ucapnya.

Berbagai akses jalan yang terendam banjir juga kini bisa dilintasi. Seperti di Jalan KH. Hasyim Ashari arah Cipondoh - Ciledug.

Baca juga: Wahidin Halim Ingin Anak-anak, Ibu Hamil dan Lansia Prioritas Utama Evakuasi Korban Banjir Tangerang

Baca juga: VIDEO: Korban Banjir Tangerang Banyak Derita Darah Tinggi

Baca juga: Rintihan Korban Banjir Tangerang Pekerjaan Tanggul Belum Rampung dan Pompa Air Mati

"Banjir di Periuk belum surut, ketinggian air hanya turun sekitar 10 cm saja," kata Arief.

Ia menyebut pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai upaya di lokasi.

Mulai dari penyedotan pompa hingga pemasangan kisdam.

"Logistik sudah kami distribusikan. Posko-posko juga kami siapkan. Petugas BPBD dan Dinas PUPR masih terus melakukan penanganan di lokasi banjir," ungkapnya.

Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat merespons prediksi Badan Meteorologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG) tentang potensi terjadinya cuaca ekstrem pada 23 - 24 Februari 2021 di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Arief memimpin rapat yang digelar secara virtual bersama dengan sejumlah OPD Pemkot Tangerang guna mengantisipasi terjadinya peluang terburuk yang akan terjadi termasuk banjir.

"Segera petakan titik - titik kebocoran tanggul dan langsung lakukan penambalan, buat juga penahan air tambahan di sekitar tanggul," ujar Arief.

"Petugas dari Dinas LH dan Budparman juga digeser untuk bantu prosesnya agar bisa cepat," imbuhnya.

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah memimpin rapat yang digelar secara virtual bersama dengan sejumlah OPD Pemkot Tangerang guna mengantisipasi terjadinya peluang terburuk yang akan terjadi termasuk banjir.
Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah memimpin rapat yang digelar secara virtual bersama dengan sejumlah OPD Pemkot Tangerang guna mengantisipasi terjadinya peluang terburuk yang akan terjadi termasuk banjir. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Selain itu, Wali Kota juga menugaskan kepada jajaran Dinas PUPR untuk melakukan pengurangan debit air di embung dan tandon agar dapat digunakan sebagai penampungan air sementara saat intensitas curah hujan tinggi.

"Cek juga aliran Sungai Cirarab, pastikan agar alirannya lancar sampai Bendung Sarakan sehingga banjir di area Periuk bisa segera surut," kata Arief.

Arief juga mengimbau agar masyarakat yang tinggal di area sekitar sungai ataupun di wilayah dataran rendah untuk tidak panik namun tetap waspada dalam mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem mendatang.

"Pemkot upayakan yang terbaik agar masyarakat bisa tetap aman," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved