Breaking News:

Banjir Jakarta

Anies Baswedan Bersyukur Banjir di Rawa Buaya Cepat Surut Berkat 24 Pompa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi yang sempat terendam banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi yang sempat terendam banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (22/2/2021). 

"Sehingga kalau di bawah 100 milimeter tidak boleh ada genangan dan banjir. Tapi kalau di atas 100 milimeter, maka kami harus secepatnya mengeringkan. Harus cepat-cepat memastikan surut," jelasnya.

Maka dari itu Anies mengaku sudah berupaya keras dengan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk tanggulangi banjir.

Ia pun berterima kasih kepada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta yang terlibat dalam penanggulangan banjir.

Sebab karena upaya itu banjir yang harusnya berlangsung lima hari kini durasinya turun menjadi sehari.

"Dan kami memang menghitung, turun itu mulai sungainya normal atau hujannya berhenti," ujarnya.

Sementara itu, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menuding Gubernur Anies Baswedan gagal menyusun prioritas kerja dan anggaran dengan baik. Akibatnya banjir kembali melanda Jakarta.

Sejumlah ojek gerobak banjir di Kembangan, Jakarta Barat kebanjiran rezeki, di masa pandemi Covid-19, Minggu (21/2/2021).
Sejumlah ojek gerobak banjir di Kembangan, Jakarta Barat kebanjiran rezeki, di masa pandemi Covid-19, Minggu (21/2/2021). (Wartakotalive.com/Desy Selviany)

“Kita tidak melihat perencanaan kerja dan anggaran yang baik," ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo berdasarkan keterangannya pada Senin (22/2/2021).

"Contoh gamblang adalah Gubernur Anies bersikeras menjatahkan Rp 560 miliar untuk commitment fee penyelenggaraan Formula E. Padahal jika dipakai untuk normalisasi sungai, rakyat Jakarta tidak perlu menderita karena banjir,” imbuhnya.

Dari sini, kata Anggara, Anies terlihat menomorduakan kebutuhan rakyat yang mendesak, sementara hal-hal tidak penting didahulukan.

Padahal normalisasi sungai sangat mendesak dikerjakan, sebab salah satu penyebab banjir adalah sungai yang tidak mampu menampung kiriman dari hulu.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved