Breaking News:

Banjir Jakarta

4 dari 5 Korban Jiwa Akibat Banjir Jakarta Anak-anak, Anies Baswedan Minta Warga Lakukan Hal Ini

Anies mengatakan, terdapat lima orang yang meninggal dunia akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah Ibu Kota Jakarta.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Banjir di Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/2/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada lima orang yang meninggal dunia akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah Ibu Kota. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut berduka cita untuk korban banjir di Jakarta yang meninggal dunia, Minggu (21/2/2021).

Anies mengatakan, terdapat lima orang yang meninggal dunia akibat banjir yang melanda sebagian besar wilayah Ibu Kota Jakarta.

"Kami berduka cita bahwa ada korban meninggal jumlahnya lima orang."

Baca juga: BMKG Minta Warga Jabodetabek Waspadai Potensi Hujan Lebat pada 23 dan 24 Februari 2021

"Dan empat dari lima orang ini adalah anak-anak usia 7 tahun, 11 tahun, dan 13 tahun," ucap Anies kepada awak media saat mengunjungi Pintu Air Manggarai, Minggu (21/2/2021).

Kata mantan Mendikbud itu, seluruh korban meninggal karena terpeleset saat sedang bermain air di arus yang deras.

Karena kejadian ini, Anies mengingatkan dan memberikan instruksi kepada jajaran serta seluruh masyarakat, untuk tidak membiarkan anak-anak bermain bebas di genangan banjir.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 20 Februari 2021: 8.054 Pasien Baru, 9.835 Orang Sembuh, 164 Meninggal

"Ditegur, diajak untuk berhenti, karena bermain-main di tempat seperti ini sering berisiko, ada lubang, ada arus yang tidak terduga," tutur Anies.

Anies juga meminta seluruh masyarakat menganggap setiap anak yang ada di wilayahnya itu sebagai orang terdekat.

Jadi, tanggung jawab sebagai masyarakat dalam menyelamatkan tetangga dan lingkungan sekitar, dapat diemban dengan baik.

Baca juga: Banyak Pemotor Kepayahan Usai Terjang Banjir di Cipulir, Zainal Jemput Bola Jadi Bengkel Berjalan

"Jangan pandang sebagai anak orang lain, pandanglah dia (anak itu) sebagai anak sendiri, agar mereka tidak berisiko seperti kejadian yang kemarin."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved