Breaking News:

Banjir Jakarta

Wali Kota Bogor Bima Arya Bantah Anies: Banjir Jakarta Tak Bisa Ditangani Saat Musim Hujan Saja!

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut angkat bicara soal banjir Jakarta. Menurut Bima, banjir Jakarta tidak bisa ditangani saat musim hujan saja.

Editor: Max Agung Pribadi
Dok PPID DKI Jakarta
Hari Ini, Senin (15/6/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bogor. Ditemani Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala BPTJ Polana Pramesti dan Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, Anies memantau pengerahan 50 bus sekolah gratis untuk mengangkut penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, dari Stasiun Bogor menuju ibu kota DKI Jakarta. 

Padahal Pemprov DKI mentargetkan banjir dan genangan di Jakarta akan surut dalam tempo 6 jam.

Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter yang merendam Terowongan Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021).
Banjir dengan ketinggian 50 sentimeter yang merendam Terowongan Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021). (Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan)

Saat meninjau Pintu Air Manggarai hari itu, Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa banjir kiriman dari Bogor dan Depok menjadi salah satu penyebabnya.

Baca juga: Roy Marten Kebanjiran Hampir 1 Meter saat Jalani Isolasi Mandiri Covid-19 di Rumahnya

Baca juga: Anies Baswedan Tuding Air Kiriman dari Depok Melalui Kali Krukut Biang Banjir di Kawasan Sudirman

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa banjir di Jakarta tak segera surut dikarenakan adanya asumsi yang salah soal air hujan.

"Kalau bicara banjir Jakarta, karena asumsi yang salah bahwa air itu akan masuk ke bumi," kata Hasto dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDIP di akun Youtube PDIP, Sabtu (20/2/2021).  

Asumsi itu dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kampanye Pilgub DKI lalu terkait penanganan banjir Jakarta.

Saat itu Anies mengatakan, penanganan banjir Jakarta harus dilakukan dengan memastikan air meresap ke dalam tanah, bukan mengalirkan air ke laut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Terendam Banjir, Akses Jalan Bintara Bekasi Masih Terputus

Anies kala itu menyebut asumsinya terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Jakarta.

Menurut Hasto, penanganan banjir di Jakarta dikarenakan persoalan manajemen, tata ruang, dan keberanian mengambil keputusan.

Belajar dari yang terjadi di Jakarta, imbuh Hasto, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri meminta jajaran partai sering bertemu dengan BMKG untuk mendapatkan orientasi menyeluruh terkait perubahan iklim.

Pertemuan dengan BMKG ini akan memunculkan kesadaran terkait perubahan iklim, dampaknya terhadap kenaikan muka air laut, sehingga akan memengaruhi cara pandang politik tata ruang dan politik pertanian.

"Maka terbangun suatu kultur untuk merawat lingkungan dengan baik," ucapnya.

Baca juga: Real Valladolid vs Real Madrid 0-1, Gol Casemiro, Selisih Poin Real Madrid dan Atletico Tinggal 3

Seharian ini Jakarta dilanda banjir di berbagai titik. Setidaknya terdapat 26 titik banjir yang tercatat pada pagi tadi.

Sejak petang tadi, sebagian titik sudah surut. Sementara beberapa titik lain yang menjadi langganan banjir masih tergenang.

Ketinggian banjir pun bervariatif. Dari ketinggian 40 cm hingga ada yang 4 meter.

Banjir sendiri disebabkan hujan intensitas lebat yang terjadi di Jakarta dan Depok sejak Sabtu dini hari hingga menjelang pagi.

BMKG melalui konferensi pers siang tadi, mewaspadai potensi banjir akibat hujan lebat yang akan mengguyur pada malam hingga dini hari nanti.

Baca juga: PPKM Mikro Lebih Eefektif Tekan Kasus Covid-19, Ini Kata Presiden Jokowi soal Strategi India

"Prediksi kami, hari ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Terutama di malam hari yang dapat menerus hingga dini hari dan esok hari menjelang pagi," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi secara virtual, Sabtu (20/2/2021).

Intensitas hujan sedang hingga lebat hampir diprakirakan akan terjadi di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Sementara pada Minggu (21/2/2021), BMKG memprakirakan intensitas hujan akan melemah hingga Senin (22/2/2021).

Baca juga: Mendadak Ingat Bung Hatta

Karena Banjir Kiriman

Saat meninjau pintu air Manggarai Sabtu (20/2/2021), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut jika aliran air kiriman dari hulu memperparah dampak banjir di Jakarta.

“Air kiriman dari kawasan hulu dan dari kawasan tengah, kawasan hulu itu Bogor, kawasan tengah itu kawasan Depok, itu sekarang sedang perjalanan ke Jakarta,” kata Anies.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika menyambangi permukiman warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika menyambangi permukiman warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Instagram @aniesbaswedan)

 Namun, Pemprov DKI Jakarta telah menyiagakan sejumlah pintu air agar banjir tidak merendam kawasan utama di ibu kota.

Anies juga menambahkan fokus banjjir Jakarta saat ini adalah penyelamatan warga DKI Jakarta yang terdampak banjir.

Sementara itu, Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak melulu menyalahkan kiriman banjir dari wilayah lain.

Baca juga: Masih Berstatus Wawali, Benyamin Persiapkan Sendiri Pelantikan Dirinya sebagai Wali Kota Tangsel

"Yang terhormat Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk kiranya tidak menyalahkan kirman-kiriman banjir dari tempat lain," kata Justin.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Adrian, menilai status pintu air di Depok dan Bogor masih siaga IV.  

Sehingga banjir hari ini menurutnya lebih disebabkan oleh daya resap air di DKI yang buruk.

"Banjir di Jakarta hari ini sepenuhnya disebabkan oleh daya resap DKI Jakarta yang sangat minim," sambungnya.

Justin meminta Gubernur DKI Anies Baswedan menyelesaikan persoalan banjir yang masih terjadi dan Pemprov DKI perlu melakukan kebijakan lebih banyak lagi untuk mengatasi banjir.

"Banyak sekali PR-PR yang belum diselesaikan jadi bukan hanya warga saja, tapi permasalahan utama dari DKI Jakarta salah satunya banjir ini masih banyak yang harus dikerjakan," tutupnya.

Baca juga: Pekan Depan Daihatsu Akan Keluarkan Harga Baru Mobil yang Kena Relaksasi PPnBM, Simak Bocorannya

Update Banjir Hari Ini

Update banjir Jakarta hari ini, Minggu (21/2/2021), BPBD DKI Jakarta melaporkan kondisi sejumlah pintu air pascabanjir besar di DKI, Sabtu (20/2/2021) kemarin.

Dikutip dari laman resmi @BPBDJakarta, Minggu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan ketinggian air di Pintu Air Angke Hulu hingga Minggu dini hari pukul 00.00 WIB masih berstatus Awas dengan level Siaga I.

Pembaruan informasi dari BPBD DKI Jakarta yang disampaikan melalui akun Twitternya, Minggu, dipantau dari Jakarta, menyebutkan ketinggian air di Angke Hulu hingga Minggu dini hari mencapai 365 sentimeter, dengan cuaca mendung.

Video: Warga Berduyun-duyun Nonton Banjir Berkerumun di Kawasan Jembatan Angke Karang Tengah

Kondisi di Angke Hulu ini belum berubah sejak pembaruan terakhir pada Sabtu (20/2) malam pukul 21.00 WIB.

Sedangkan, kondisi Pintu Air Sunter Hulu berada di level Siaga 2 dengan tinggi air 240 sentimeter dan cuaca mendung.

Sementara Pintu Air Karet yang semula Siaga 2 turun ke Siaga 3 dengan ketinggian air 550 sentimeter dan cuaca mendung.

Baca juga: WANITA EMAS Bagi-bagi Uang Bagi Korban Banjir di Cipinang Melayu Dibubarkan Petugas, Ini Alasannya

Namun, Pintu Air Pasar Ikan yang semula berstatus Siaga 4, mengalami kenaikan tinggi muka air menjadi 184 sentimeter sehingga menjadi berstatus Siaga 3.

Kondisi itu masih bertahan hingga Minggu pukul 03.00 WIB.

Berikut ini ketinggian Pintu Air menurut BPBD DKI Jakarta hingga Minggu (21/2) pukul 03.00 WIB:

Siaga 1 atau awas: Angke Hulu.

Siaga 2 atau siaga: Sunter Hulu.

Baca juga: Rumah Mewahnya Dikepung Banjir, Raja Dangdut Rhoma Irama Selamatkan Diri Mengungsi di Lokasi Aman

Siaga 3 atau waspada: Manggarai, Pasar Ikan, Karet.

Siaga 4 atau normal: Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, Pulo Gadung.

Sebelumnya, akibat hujan deras yang mengguyur Jabodetabek pada Jumat (19/2) malam hingga Sabtu (20/2) pagi menyebabkan sejumlah titik banjir di DKI Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Baca juga: Singgung Anies Sebut RW 04 Cipinang Melayu sudah Bebas Banjir, Wanita Emas: Terlalu Banyak Retorika

Bahkan, banjir pun terjadi di sejumlah kawasan elite seperti di Kemang, Semanggi, hingga Sudirman, Jakarta Pusat

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anies: Banjir di Jakarta Dampak Air Kiriman dari Depok", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/20/21265461/anies-banjir-di-jakarta-dampak-air-kiriman-dari-depok.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved