Breaking News:

Pentingnya Sosialisasi Hingga Tingkat RT Dalam Pengelolaan Limbah Masker 

Pengelolaan limbah masker perlu disosialisasikan hingga tingkat RT agar tidak menjadi metode penularan Covid-19.

istimewa
ILUSTRASI. Limbah medis . 

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting mengatakan dampak limbah masker cukup besar dalam penularan Covid-19.

Sebab, jika limbah masker ini tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber infeksi baru di masyarakat, sehingga perlu sosialisasi hingga tingkat RT, terkait pengelolaan limbah masker ataupun limbah medis.

"Kita tau bahwa dampak limbah masker ini cukup besar. Hingga saat ini saja sudah ada 1,5 ton limbah masker yang terkumpul selama pandemi. Jika tidak dikelola dengan baik akan jadi sumber bencana," kata Alexander K. Ginting, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Warga yang Isolasi Mandiri 14 Hari Bakal Dapat Beras 20 Kilogram dan Masker Saat PPKM Mikro

Pentingnya sosialisasi limbah masker kepada masyarakat hingga lingkungan RT disetiap Desa. Meminimalisir terjadinya penyalahgunan limbah masker terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita juga harus mewaspadai penyalahgunaan oleh oknum terhadap daur ulang masker. Sebab kita tidak bisa memastikan masker yang di daur ulang itu bebas dari Covid-19," katanya.

Dalam proses membuang limbah masker, dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan limbah masker ke tempat sampah tertutup atau tempat sampah khusus, sebelum itu alangkah baiknya dapat di cuci terlebih dahulu dengan cairan disinfektan.

Selanjutnya dapat di gulung mengunakan tisu, lal  jika memungkinkan dapat di gunting, hal ini bertujuan agar menghindari penyalahgunaan oknum yang tidak bertanggung jawab, lalu di tempatkan ke kantong khusus. 

Baca juga: Hindari Pakai Masker Berkatup! Bukannya Melindungi Malah Bisa Jadi Pintu Masuk Virus

Saat ini ada beberapa rumah sakit penerima insenerator diantaranya RS Udayana Denpasar, RS Soeharsono Banjarmasin, RS Pelamonia, RS Suoepraoen Malang, RS Marthen Indey Jayapura, RSUP Persahabatan, RSCM RSUP Fatmawati di Jakarta.

Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Lia G. Partakusuma mengatakan pihaknya tidak menyarankan untuk melakukan pembakaran pada limbah masker.

Hal ini khawatir jika banyak yang melakukan pembakaran limbah masker dapat menyebabkan polusi udara. Sebab ia mengklaim harus ada prosedur yang tepat dalam pembakaran itu.

Baca juga: Pihak Manajemen Hotel di Tangerang Jadi Tersangka Baru Pelaku Pembuangan Limbah Medis di Bogor

"Kalau masker dibakar ini virusnya kan mati, tapi prosesnya ketika pembakaran itu tetap harus ada di wadahnya dan dikumpulkan," katanya.

Kendati demikian, pembakaran limbah Medis  masih bisa dilakukan beberapa warga. Namun, bila dilakukan oleh banyak keluarga, maka polusi udara tak bisa terhindarkan.
Bahkan jika tidak benar dilakuka bisa memunculkan masalah pada saluran pernapasan.

"Kalau 1 sampai 2 masker enggak apa-apa. Kalau setiap rumah bakar ini enggak baik bisa menghasilkan polusi udara," ucapnya. 

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved