Breaking News:

Kesehatan

Masyarakat Berharap Deteksi Dini Kanker Dapat Ditanggung BPJS Kesehatan

Penyakit kanker di Indonesia setiap tahun bertambah 20.000 kasus termasuk 70 persen d iantaranya ditemukan saat sudah stadium 3 dan 4.

Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Linda Agum Gumela ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (kiri) di depan unit mobil mammografi di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Sabtu (20/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Pengobatan kanker membutuhkan biaya besar dan tingkat kematian tinggi bila ditemukan dalam stadium lanjut.

Penyakit kanker di Indonesia setiap tahun ada penambahan 20.000 kasus baru termasuk 70 persen d iantaranya ditemukan saat sudah stadium 3 dan 4.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr R Soeko Nindhito MARS  mengatakan, sampai saat ini penyebab kanker banyak faktor.

Seperti keturunan, pola hidup, stres dan lainnya dan masih terus diteliti.

Sebaiknya, masyarakat melakukan skrinning atau deteksi dini. Apalagi bila ada orangtua atau kerabat ada terkena kanker.

Ditambah lagi pola hidup tidak sehat sehingga harus rajin melakukan deteksi dini kanker.

Baca juga: VIDEO Kak Seto Kabarkan Dirinya Idap Kanker Prostat, Dibiopsi Sabtu Pagi

Baca juga: Penyintas Covid-19 dan Kanker, Ibu Menyusui, Serta Penderita Diabetes dan Hipertensi Boleh Divaksin

Deteksi dini bertujuan agar ketika ditemukan kanker masih dalam stadium dini.

Bila ditemukan dalam stadium dini, pengobatan kanker akan lebih mudah, murah, dengan survival rate tinggi.

Walaupun kini teknologi kedokteran terus berkembang sehingga pada stadium lanjut bisa juga disembuhkan.

Contohnya, deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan papsmear.

Halaman
123
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved