Banjir Depok

Terdapat Ratusan Korban Banjir di Depok, Seorang Terindikasi Covid-19, Dievakuasi Damkar Depok

Terdapat ratusan korban banjir di Depok, seorang terindikasi Covid-19, dievakuasi Damkar Depok

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Terdapat ratusan korban banjir di Depok, seorang terindikasi Covid-19, dievakuasi Damkar Depok 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Terdapat ratusan korban banjir di Depok. Seorang terindikasi Covid-19, Dievakuasi Damkar Kota Depok.

Ratusan jiwa lebih warga Kota Depok menjadi korban akibat banjir yang disebabkan jebolnya tanggul penyanggah Kali Cipinang pada Sabtu (20/2/2021) dini hari.

Mereka berasal dari kelurahan yang sama yakni di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo, mengatakan, mereka adalah warga di dua RT berbeda yakni di RT 11/13 dan warga di perumahan Kenari Residence RT 15/13.

“Di RT 11 ada 134 jiwa terdampak. Di Kenari ada 48 KK. Ya lebih dari 200 jiwa lah yang terdampak,” papar Denny saat dikonfirmasi Warta Kota, Sabtu (20/2/2021).

Jebolnya tanggul diduga terjadi akibat tak daya tampungnya tak sanggup menahan debit air kali yang deras pascahujan yang menerjang Kota Depok sejak Jumat (19/2/2021) malam.

“Tanggulnya jebol sekitar pukul 02.00 WIB pagi disusul kemudian banjir dari pukul 03.30 WIB,” paparnya.

Baca juga: Bencana Longsor di Depok Bayi 10 Bulan Terjebak Longsoran Tanah, Begini Kondisinya

Denny mengatakan, ratusan orang tersebut kini belum diungsikan lantaran mereka masing-masing memilih untuk tetap menempati rumah yang rata-rata berlantai dua itu.

Itu sebabnya, hingga Sabtu (20/2/2021) sore, warga tersebut masih berada di rumahnya akibat tingginya air masih menyelimuti kawasan tersebut.

“Mereka naik ke lantai dua rumah masing-masing karena rumahnya tingkat. Belum ada yang mengungsi,” papar Denny.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut Banjir di Jakarta Akibat Kiriman dari Bogor dan Depok

Guna memenuhi kebutuhan warga selama direndam banjir, Denny menyatakan bahwa para pengurus lingkungan akan turut serta membantu kebutuhan warga.

“Jadi kebutuhan makanan mereka dibantu di dapur umum yang dibangun di sekitar wilayah tersebut yang tak terkena banjir,” katanya.

Di sisi lain, petugas juga membantu mengevakuasi seorang warga yang terindikasi Covid-19. 

Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan dilanjutkan dengan ambulans. Warga tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit. 

“Satu orang terindikasi (Covid-19) sudah dievakuasi. Karena dia ada gejala diare jadi dibawa ke rumah sakit agar tidak mengalami perburukan,” ujarnya.

 
 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved