Breaking News:

Putusan Pengadilan

Sengketa SUPER MARIO BROS, NINTENDO Gugat Borobudur Departement Store, Begini Putusan Hakim

Super Mario Bros jadi sengketa di Indonesia. Bahkan pihak NINTENDO sampai datang dari jepang untuk melakukan gugatan di Jakarta.

istimewa capture putusan pengadilan
Sengketa Super Mario Bros NINTENDO VS Borobudur Department Store. Super Mario Bros bertuliskan biru adalah yang didaftarkan NINTENDO, dan super mario bros bertuliskan merah adalah yang didaftarakan Borobudur Department store 

Namun, pendaftaran Nintendo ditolak karena pihak PT Cardolestari sudah lebih dulu menguasai merek super mario bros di kelas 25.

Atas hal itu, pihak Nintendo membuat dalil bahwa tergugat (PT Cardolestasi/Borobudur Departement Store) merupakan pendaftar mereka yang tidak beritikad baik.

Sebab, Nintendo berpandangan bahwa merek mario bros adalah merek terkenal dan tergugat berusaha memboceng merek terkenal super mario bros milik Nintendo.

EKSEPSI PT CARDOLESTARI

Dalam eksepsinya, pihak PT Cardolestari menyebut bahwa gugatan dari Nintendo telah daluwarsa.

Sebab, menurut tergugat, II, sebagaimana ketentuan Pasal 57 ayat (1) UU 19/1992 yang telah mengatur bahwa Gugatan pembatalan pendaftaran merek diajukan dalam jangka waktu lima tahun.

Sedangkan merek super mario bros PT Cardolestari telah terdaftar sejak tahun 1995.

Selain itu, dalam dalil eksepsinya juga menyebut bahwa merek super mario bros bukanlah merek terkenal.

DRAMATIS, Detik-detik Evakuasi Jenazah Pria Pakai Perahu Karet di Tengah Banjir Jati Padang Jaksel

Putusan Hakim

Terkait hal ini, dalam bagian menimbang, hakim menyatakan bahwa merek super mario bros yang didaftarkan oleh PT Cardiolestari memiliki persamaan dalam bunyi (Similarity in sound), apabila dibunyikan dalam bahasa Indonesia, maupun dalam penulisannya juga sama.

Sehingga di pasar, menurut hakim, sering konsumen atau pemakai merek SUPER MARIO BROS, terkecoh atau tersesatkan

Berikutnya, hakim juga berpendapat bahwa merek super mario bros milik Nintendo adalah merek terkenal.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved