Breaking News:

Primbon

PRIMBON JAWA: Ini Alasan Weton Sabtu Pahing Sangat Disegani dan Berwibawa di Lingkungannya

Primbon Jawa meramalkan weton Sabtu Pahing memiliki sejumlah sifat dan karakter sangat disegani dan berwibawa di lingkungannya.

Istimewa
Primbon Jawa meramalkan weton Sabtu Pahing memiliki sejumlah sifat dan karakter, di antaranya sangat disegani dan berwibawa di lingkungannya. Foto: Ilustrasi. 

Hatinya lembut penuh kasih sayang, tetapi mudah terbakar amarahnya kalau mendengar sesuatu yang tidak benar.

Begitu pula di dalam kalangan keluarganya sendiri, dia termasuk keras dan disiplin tetapi penuh kasih sayang dan pengertian.

Dalam pergaulannya dengan sahabat dan kawannya pun, dia akan berbuat keras bila menganggap ada suatu yang tidak senonoh.

Baca juga: 5 Hal Menakjubkan dari Primbon, Kitab Ramal Jawa yang Melegenda: Mulai dari Watak hingga Percintaan

Tetapi bila temyata dia salah paham dan keliru menuduh seseorang, maka dia dengan sifat jantan mengakui kesalahannya dan mau pula minta maaf.

Dengan sifat-sifat yang terpuji dan teruji itulah dia sangat disegani dan berwibawa di lingkungannya.

Kelebihannya adalah karena orang Kawolu mempunyai motto "Belajar Seumur Hidup" tidak ada hentinya belajar dan menimba ilmu, dari guru maupun dari buku.

Budi bahasanya halus, lagi pula dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Baik itu kalangan bawah, menengah, maupun kalangan atas dia dapat menyesuaikan diri.

Bersahabat dengan orang Kawolu sungguh sangat menyenangkan. Karena kesannya yang menarik itu banyaklah orang yang hormat kepadanya. Sehingga dia selalu terkemuka walaupun bukan dia yang menonjolkan diri ke muka.

Sebenamya orang Kawolu tidak mempunyai ambisi untuk terkemuka atau jadi pemuka.

Yang menjadi ambisinya adalah "membasmi kejahatan dan menegakkan keadilan dan ketentraman di muka bumi ini".

Hal itu tersirat dalam pergaulan sehari-hari, sering membantu orang kesusahan dan membela orang yang lemah dan tidak bersalah. 

Keadaan alam semesta

Mangsa Kawolu lamanya 27 hari, yaitu mulai  tanggal 4/5 Februari sampai dengan tanggal 1 Maret.

Pada saat itu sedang musim hujan. Hujan lebat sering mengguyur bumi, bahkan sering pula terjadi hujan disertai angin kencang melanda diberbagai tempat.

Angin datang dari arah Barat Daya menuju Timur Laut dengan kekuatan kencang. Hawa terasa dingin di malam hari, bahkan berembun.

Keadaan pertanian, padi mulai menghijau. Kucing gaduh birahi, kunang-kunang kelap-kelip berterbangan di sawah.

Bila senja tiba, terdengar cenggeretnong memperdengarkan suaranya.

Pada mangsa Kawolu tersebut petani telah panen jagung dan anak-anak bergembira membakar jagung sambil berdendang menghilangkan rasa dingin.

Keadaan fisik

Orang yang terlahir pada mangsa Kawolu mempunyai bentuk fisik yang sangat bagus.

Baik laki-laki maupun wanita kelahiran Kawolu pada umumnya berparas tampan dan cantik.

Potongan tubuhnya sedang, dahinya lebar berbentuk persegi. Berhidung mancung, mata bulat, dagu bak lebah bergantung, daun telinganya lebar dan tebal.

Dengan sepasang bibirnya yang cukup manis kalau tersenyum dan sangat memukau saat berbicara.

Tidak mengherankan kalau orang Kawolu sangat menarik dalam pergaulan, kata-katanya sangat enak didengar.

Langkah kakinya tampak mantap, menggambarkan kemantapan hatinya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved