Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Operasi Yustisi di Kabupaten Bogor, 15 Warga di Cijeruk Disanksi Sosial dan Fisik

Operasi yustisi di Kabupaten Bogor, 15 warga di Cijeruk disanksi sosial dan fisik.

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Operasi yustisi di Kabupaten Bogor, 15 warga di Cijeruk disanksi sosial dan fisik. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIJERUK - Operasi Yustisi di Kabupaten Bogor, 15 Warga di Cijeruk Disanksi Sosial dan Fisik

Pandemi Covid-19 masih mengancam warga di Kabupaten Bogor.

Penularan Covid-19 di wilayah ini masih cukup tinggi.

Hingga Jumat (19/2/2021), total ada 9.576 pasien konfirmasi positif Covid-19 di wilayah ini.

Pasien sembuh sebanyak 8.614 orang, pasien meninggal 90 orang dan pasien probable meninggal 282 orang.

Saat ini masih 866 kasus konfirmasi aktif, 588 kasus suspek dan 11 kasus probable yang masih dipantau di wilayah ini.

Untuk mengatasi tingginya penularan Covid-19 di wilayah ini, Tim Satgas Covid-19 rutin menggelar operasi yustisi.

Pada Sabtu (20/2/2021), operasi yustisi digelar Polsek Cijeruk bersama Koramil, Satpol PP dan Dishub di exit tol Cigombong.

Baca juga: Banjir di Villa Nusa Indah Bojongkulur Bogor Sempat Setinggi 1,5 Meter, Begini Kondisinya Terkini

Kapolsek Cijeruk, Kompol Nurahim, mengatakan, operasi yustisi ini digelar dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Dalam operasi yustisi PPKM yang digelar ini, Satuan Covid 19 kecamatan Cijeruk melakukan penindakan - penindakan bagi para pelanggar protokol kesehatan,” kata Nurahim, Sabtu (20/2/2021).

“Kami memberikan teguran pada 15 orang warga, diantaranya mereka diberi sanksi sosial sebanyak 7 orang dan 8 orang di berikan sanksi fisik,” tambahnya.

Baca juga: Anies Baswedan Sebut Banjir di Jakarta Akibat Kiriman dari Bogor dan Depok

Nurahim menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan sebagai upaya penanganan Covid -19 di Kabupaten  Bogor.

“Penindakan-penindakan akan terus kita tegakan bagi para pelanggar protokol kesehatan,” ujarnya.

Dia berharap penindakan bagi para pelanggar ini memberikan efek jera sehingga tidak mengulangi pelanggaran peotokol kesehatan lagi di kemudian hari.

“Dalam pelaksanaan kedepan kita juga akan lakukan pemantauan secara langsung terhadap aktifitas - aktifitas masyarakat yang dapat berpotensi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan,” pungkas Nurahim.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved