Breaking News:

PT PII Beri Penjaminan Pemerintah pada Proyek KPBU Sistem Penyediaan Air Minum Jatiluhur I

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan tiga aspek agar realisasi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
Jumat (18/02), PT PII menandatangani perjanjian penjaminan Pemerintah untuk Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicitied di sektor Air Minum yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I di Auditorium Kementerian PUPR 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Jumat (18/2/2021), PT PII melaksanakan kegiatan seremonial penandatanganan perjanjian terkait penjaminan Pemerintah untuk Proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Unsolicitied di sektor Air Minum yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I di Auditorium Kementerian PUPR.

Penandatanganan ini dilaksanakan PT PII sebagai Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur (BUPI) dengan Kementerian PUPR sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dalam Perjanjian Regres dan dengan PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (Konsorsium PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Tbk, dan PT Tirta Gemah Ripah) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dalam Perjanjian Penjaminan terkait Proyek.

Proyek SPAM Regional Jatiluhur I merupakan proyek pembangunan dan pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum berkapasitas 4.750 liter/detik yang dilaksanakan dengan skema KPBU untuk jangka waktu kerjasama sampai dengan 27,5 tahun setelah Tanggal Operasi Komersial (“COD”) yang akan memasok kebutuhan di wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang.

Proyek diestimasikan mampu melayani ± 380.000 Sambungan Langganan (SL).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan tiga aspek agar realisasi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara baik dan lancar.

“Kita sudah cukup banyak belajar mengenai proyek-proyek SPAM dan kalau kita mau jujur selalu tantangannya cukup banyak untuk merealisir sampai kepada titik final dan kemudian jalan,” katanya dalam Penandatanganan Perjanjian KPBU SPAM Regional Jatiluhur I di Jakarta, Jumat.

Aspek pertama mengenai cost overrun karena berhubungan dengan ketersediaan lahan dan perizinan terutama terkait pembangunan jaringan pipa transmisi serta distribusi yang dalam proyek ini menyangkut 380 ribu rumah tangga di lima wilayah kabupaten, kota dan provinsi.

“Jadi kami mohon ini juga diperhitungkan. Jangan hanya memikirkan mengenai proyek di dalam Jatiluhur-nya tapi jaringannya sampai kepada rumah tangga karena itu manfaatnya baru akan terasa apabila sudah tersalurkan ke masing-masing rumah tangga,” jelasnya  seperti dikutip dari Antaranews.com.

Aspek kedua adalah mengenai komitmen pemerintah daerah terutama untuk memastikan para Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar mampu melaksanakan target penyerapan air yang harus terus dijaga.

Sri Mulyani menegaskan aspek kedua harus dilaksanakan karena proyek SPAM Regional Jatiluhur I ini berskema Kerjasama Pemerintah Dan Badan Usaha (KPBU) dengan total investasi sebesar Rp1,7 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved