Breaking News:

Banjir Tangsel

Prediksi Cuaca Ekstrem, Wakil Wali Kota Tangsel Sebut Kawasan Setu Rawan Banjir dan Longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan potensi hujan lebat yang berdampak banjir.

Warta Kota/Rizki Amana
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan pihaknya mencatat terdapat puluhan wilayah yang rawan akan terdampak banjir. Untuk itu telah dilakukan beberapa langkah antisipasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan potensi hujan lebat yang berdampak banjir

Informasi tersebut menyebutkan 19 wilayah provinsi di Indonesia yang berpotensi banjir akibat dampak hujan lebat salah satunya Provinsi Banten yang termasuk sebagai provinsi dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan pihaknya mencatat terdapat puluhan wilayah yang rawan akan terdampak banjir

"Tetap kita waspadai ada beberapa titik, dalam catatan kita ada daerah rawan banjir itu 29 titik, tersebar ya relatif ada di seluruh kecamatan," kata orang nomor dua di Kota Tangsel ini saat ditemui di Kantor Wali Kota Tangsel, Ciputat, Jumat (19/2/2021).

Selain itu, Ben menuturkan terdapat wilayah Kecamatan Setu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terkait bencana longsor pada cuaca ekstrem yang melanda. 

Menurutnya, hal tersebut didapatnya dari hasil kajian Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terkait kawasan rawan longsor. 

Baca juga: Memasuki Musim Hujan, Titik Rawan Banjir Tangsel Masih Sama

Baca juga: VIDEO: Korban Banjir Tangerang Banyak Derita Darah Tinggi

"Setu bukan hanya genangan air, tapi juga longsor. Longsor juga kita waspadai, karena menurut kajian Puspiptek itu memang daerah yang rawan longsor," jelasnya. 

Adapun saat ini pihknay mengaku telah melakukan sejumlah persiapan menghadapi dampak dari potensi cuaca ekstrem dan hujan lebat ini. 

"Bagaimanapun harus kita siagakan saja. Saya sudah instruksikan ke BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan untuk siaga mencermati cuaca ekstrem sekarang," ucapnya.

Benyamin pun mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah persiapan mengantisipasi bencana banjir

"Alhamdulillah sampai hari ini saya terus memonitor dari camat dan Dinas PU (Pekerjaan Umum). Sampai hari ini tidak ada laporan daerah-daerah yang tergenangi air," katanya.

Benyamin menuturkan selain berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), pihaknya juga melakukan serangkaian persiapan mengantisipasi banjir yang melanda. 

Hujan deras membuat wilayah Tangerang terendam banjir. Seperti yang terjadi di Perum Taman Cikande Block C RT 004/01 Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.
Hujan deras membuat wilayah Tangerang terendam banjir. Seperti yang terjadi di Perum Taman Cikande Block C RT 004/01 Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Menurutnya, sejumlah pompa portabel penyedot air telah disediakan pihaknya untuk dipergunakan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir

"Tapi tetap bagaimanapun harus kita siagakan saja. Saya sudah instruksikan ke BPBD, Satpol PP,  Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan untuk siaga mencermati cuaca ekstrem sekarang," jelas Ben. 

"Di beberapa titik kita sediakan pompa, saya belum ngecek lagi berapa di APBD sekarang pompa disiapkan. Tapi di beberapa rumah pompa itu sudah disiapkam seperti di Pondok Maharta dan di perumahan di Pondok Jagung," pungkasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved