Breaking News:

Koperasi

Pemilihan Ketua Koperasi PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Diduga Cacat Hukum

PDAM TB Kota Tangerang menggelar Pemilihan Ketua Koperasi. Namun, pemilihan tersebut diduga cacat hukum, dikarenakan tidak ada calon.

Warta Kota/Andika Panduwinata
PDAM TB Kota Tangerang menggelar Pemilihan Ketua Koperasi. Namun sayangnya pemilihan tersebut diduga cacat hukum, dikarenakan tidak ada calon maupun pemaparan visi misi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - PDAM TB Kota Tangerang menggelar Pemilihan Ketua Koperasi. Namun, pemilihan tersebut diduga cacat hukum, dikarenakan tidak ada calon maupun pemaparan visi misi.

Ketua panitia pemilihan yang juga incumbent Ketua Koperasi PDAM TB, Joko Surana, mengatakan dirinya melakukan pemilihan sesuai surat edaran. 

"Pemilihan ini demokratis kok, kami buka untuk semua anggota untuk dipilih dan memilih sesuai pengumuman," ujarnya, Jumat (19/2/2021). 

Namun, saat ditanya siapakah calonnya, Joko Surana enggan menjawab dan tidak bisa membuktikan. 

Sementara itu, kandidat calon Ketua Koperasi PDAM TB, Ichsan Sodikin, mempertanyakan mekanisme dalam pemilihan tersebut. Karena sesuai edaran semua anggota berhak menjadi calon Ketua Koperasi. 

Baca juga: PDAM Tirta Benteng Perketat Layanan untuk Pelanggan saat Pandemi Virus Corona Naik Signifikan

Baca juga: PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir

Baca juga: VIDEO: Direktur PDAM Tirta Benteng Tangerang Jelaskan Air Kotor Saat Kemarau Hingga Bercacing

"Ini pemilihan macam apa, pemaparan visi-misinya mana? Lalu kandidat calonnya siapa?" ujarnya.

"Ini agak aneh dan lucu juga prosedurnya tidak ada sama sekali," imbuhnya.

"Masa anggota yang berjumlah ratusan jadi calon ketua semua, baru kali ini ada metode pemilihan seperti itu," seloroh Ichsan.

Menurutnya, mekanisme yang baik itu sebelum pemilihan adalah laporan pertanggung jawaban Sisa Hasil Usaha (SHU) dari pengurus lama dahulu.

Jikalau semua anggota berhak menjadi calon ketua dan memilih, ibaratnya seperti memilih kucing dalam karung. 

"Di mana-mana yang namanya pemilihan itu ada figur calonnya dan memaparkan visi misi," ujarnya.

"Nah kalau ini enggak, semua anggota disuruh memilih cuma mereka memilih siapa, tanpa tau calonnya siapa, kan aneh," tandas Ichsan.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved