Breaking News:

Berita Populer

Berita Populer Jumat 19 Februari Mulai dari Vitamin C untuk Covid Sampai Kabar Habib Rizieq

Berita populer mulai dari virus Covid-19, keterlibatan Kompol Yuni dengan kasus narkoba sampai kabar terkini Habib Rizieq Shihab.

Warta Kota/Nur Ichsan
Berita populer selama 24 jam mulai dari kasus Rizieq Shihab hingga Kompol Yani Foto: Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) didampingi Sekretaris Umum FPI Munarman 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berikut ini rangkuman berita populer Wartakotalive.com selama 24 jam mulai dari Kamis (18/2) hingga Jumat (19/2). 

Berita populer mulai dari virus Covid-19, keterlibatan Kompol Yuni dengan kasus narkoba sampai kabar terkini Habib Rizieq Shihab.

Berikut ini berita populer yang dirangkum Wartakotalive.com sampai hari Jumat 19 Februari 2021:

1. Vitamin C tak halau Covid-19 

Vitamin yang diterima pasien isolasi Covid-19 di Wisma Atlet.
Vitamin yang diterima pasien isolasi Covid-19 di Wisma Atlet. (Dok. Pribadi Christman Datubara)

Sebuah penelitian terbaru membuktikan pemberian vitamin C dan zinc tidak akan membantu melawan atau mencegah Covid-19, bahkan dalam dosis tinggi.

Temuan dari uji coba, yang melihat manfaat dari dua suplemen untuk orang yang mengisolasi di rumah dengan virus, sangat tidak mengesankan sehingga para ilmuwan memutuskan untuk membatalkannya sama sekali.

Baca juga: Kasus Pasien Sembuh Kembali Terinfeksi Covid-19 Ditemukan di Indonesia, Ini Dugaan Penyebabnya

Baca juga: Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Gencar Lakukan Operasi Yustisi

Dikutip Wartakotalive.com dari dailymail.co.uk, menurut editorial yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open, meskipun keduanya telah terbukti populer dalam melawan virus flu dan flu lainnya, mereka 'gagal memenuhi hype mereka', 

Tiga kelompok yang terdiri dari 214 orang dewasa yang pulih dari Covid di rumah mengambil bagian dalam uji coba, di mana mereka diberi vitamin C dosis tinggi, zinc dosis tinggi, dan keduanya.

Kelompok keempat, sementara itu, menerima obat penurun demam dan diberitahu untuk istirahat dan minum tetapi tidak mengambil suplemen apa pun.

Tetapi para ilmuwan tidak menemukan bukti pengurangan gejala Covid di salah satu dari tiga kelompok pertama.

Halaman
1234
Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved