Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Wagub DKI: Jangan Tunggu Keluarga Kena Covid-19, Warga Baru Sadari Bahayanya

Wagub Ariza berulang kali meminta warganya untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Berulang kali Wagub Ariza meminta warganya untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Foto dok: Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat menunjukkan plasma konvalesen di PMI DKI Jakarta pada Jumat (5/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berulang kali meminta warganya untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Upaya ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yang sampai Rabu (17/2/2021) kasus aktifnya mencapai 15.917 orang.

"Jangan menunggu keluarga kita kena Covid-19, baru kita menyadari betapa bahayanya virus ini," kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (17/2/2021) malam.

Apalagi, kata Ariza, bila keluarga yang bersangkutan meninggal dunia.

Mereka baru disiplin terhadap prokes dan 3M untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Saya harap jangan seperti itu, karena kita sudah lihat setiap hari angkanya terus bertambah karena banyak yang terpapar. Bahkan tidak sedikit yang meninggal," imbuhnya.

Baca juga: UPDATE Tinggi Muka Air Jakarta Kamis: Waspada, Pintu Air Pasar Ikan Masih SIAGA 3, Simak PA Lainnya

Baca juga: UPDATE Tinggi Muka Air Jakarta Kamis: Waspada, Pintu Air Pasar Ikan Masih SIAGA 3, Simak PA Lainnya

Karena itu, kata dia, obat 'pencegah' yang terbaik saat ini adalah melaksanakan protokol Covid-19, sekalipun pemerintah menggencarkan vaksinasinya.

Dia juga meminta warga bersabar karena pada saatnya masyarakat akan mendapatkan jatah vaksin seperti tenaga kesehatan (nakes) dan pelayanan publik lainnya di Jakarta.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga telah meningkatkan upaya 3T, yaitu testing (pengetesan), tracing (pelacakan) dan treatment (pengobatan).

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Hari Ini dan Besok Pulau Jawa Siaga Banjir, Simak Cuaca Jakarta Kamis

Untuk pengetesan, DKI telah melakukan rata-rata pemeriksaan PCR kepada 274.608 orang per 1 juta penduduk.

Kemudian untuk pelacakan Covid-19 dilakukan kepada 30 orang yang menjalani kontak erat dengan orang yang terpapar Covd-19.

Sementara untuk langkah pengobatan, DKI telah menyiapkan 106 rumah sakit rujukan dengan tempat tidur isolasi mencapai 8.275 unit dan 1.130 unit tempat tidur ICU.

Fasilitas kesehatan yang disediakan setelah Pemprov DKI menggandeng lembaga vertikal, BUMN, TNI-Polri, dan pihak swasta.

Baca juga: DKI Sudah Memiliki Paket Strategi Pulihkan Ekonomi Ibu Kota Pascapandemi Covid-19

"Namun demikian, betapapun kebijakan yang kami buat, sebanyak apapun aparat yang kami hadirkan, termasuk beratnya sanksi yang kami berikan, ternyata itu hanya memberikan kontribusi 20 persen terhadap keberhasilan kita memutus mata rantai," katanya.

"Sementara 80 persennya tetap berada pada kita semua sebagai warga, bagaimana kita disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan atau protokol Covid-19 misalnya 3M, 4M, bahkan 5M sekalipun," katanya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved