Breaking News:

Tiap Hari 2.200 Ton Sampah Tidak Terangkut, Tak Ayal Terjadi Penumpukan di Pinggir Jalan dan Sungai

“Saya akan coba membentuk desa mandiri dalam mengelola sampah. Nantinya simpul-simpul desa itu yang akan membantu kita.

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG --- Sampah menjadi salah satu masalah serius di Kabupaten Bogor.

Total jumlah sampah di wilayah ini mencapai 2.800 ton per hari. Namun yang bisa tertangani secara efektif hanya 600 ton per hari.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin pada Rapat Koordinasi Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, di Cibinong, Selasa (18/2/2021).

Rakor ini dilakukan untuk menindaklanjuti kerja sama Pemerintah Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor dalam pemanfaatan TPAS Galuga.

“TPAS kita belum optimal, karena sebetulnya kita masih menumpang di TPAS Galuga. Selama Nambo belum beres, kita harus punya strategi penanganan sampah di TPAS Galuga," ucapnya.

Menurut Burhanudin, volume sampah di Kabupaten Bogor sudah terlalu banyak sehingga terjadi penumpukan sampah di kanan-kiri jalan, kemudian sampah di kanan-kiri sungai.

“Bahkan sungai dianggap tempat pembuangan sampah terbesar dan terpanjang,” tuturnya.

Dia menambahkan mental sebagian masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik masih harus terus dibangun.

“Yang jelas masalah ini jadi masalah kita bersama, maka mari kita tanamkan dalam diri masing-masing kira-kira apa yang bisa kita perbuat untuk menyelesaikan masalah sampah,” paparnya.

Burhanudin menegaskan seluruh perangkat daerah Kabupaten Bogor harus berbuat untuk menyelesaikan masalah sampah.

Terdapat sedikitnya 17 rencana kegiatan yang akan dilakukan di TPAS Galuga.

Sebut saja, melaksanakan penghijauan dan pemeliharaan tanaman sesuai kebutuhan, melaksanakan pembangunan serta pemeliharaan jalan dan saluran air; serta menyediakan sarana dan prasarana bagi pengembangan sektor UKM di sekitar TPAS.

Selain itu, ada juga pembangunan Menara Pengawas, Pusat Informasi Terpadu dan Kantor Pelayanan di area sekitar TPAS; dan membangunan Balai Pelatihan dan Pembinaan untuk warga sekitar TPAS.

Burhanudin mengatakan, tahun ini Pemkab Bogor akan mencoba desa mandiri dalam mengelola sampah.

“Saya akan coba membentuk desa mandiri dalam mengelola sampah. Nantinya simpul-simpul desa itu yang akan membantu kita. Nanti juga pastinya ada penghargaan dan bantuan untuk desa yang mengelola sampah secara mandiri,” pungkasnya.

Baca juga: Sebanyak 13 SMA/SMK di Lebak Banten Belum Punya Gedung Sekolah Selama Ini Menumpang di SDN Terdekat

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved