Breaking News:

Pertanyaannya Dianggap Provokasi, Jusuf Kalla: Jangan Terlalu Baper Lah, Apa-apa Curiga

Mengenai pertanyaan itu, Jusuf Kalla meminta agar pemerintah tidak terbawa perasaan alias baper.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Jusuf Kalla mengomentari pernyataan Presiden Jokowi agar masyarakat harus lebih aktif lagi menyampaikan kritik. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pemerintah tidak mencurigai pertanyaannya terkait cara mengkritik tanpa dipanggil polisi.

Pertanyaan Jusuf Kalla itu dianggap sebagian pihak sebagai bentuk upaya memprovokasi pemerintah.

Jusuf Kalla memastikan, pertanyaan tersebut murni bertanya dan sekadar mengoptimalkan fungsi check and balance di negara demokrasi.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 44 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah Masih Dominan, Jakarta Ada 5

"(Demokrasi) itu kita jabarkan sebaik-baiknya dengan check and balance."

"Jangan terlalu curiga kepada orang, terutama kepada orang-orang sekitar," ujar Jusuf Kalla dalam tayangan Kompas TV bertajuk 'Ketika Jokowi Minta Dikritik,'" Rabu (17/2/2021).

Mengenai pertanyaan itu, Jusuf Kalla meminta agar pemerintah tidak terbawa perasaan alias baper.

Baca juga: Pesan Gembala Prapaskah 2021 dari Uskup Agung Jakarta: Wabah Ini Bukan Hukuman Allah

"Jangan ada apa-apa curiga, jangan terlalu baper lah, bawa perasaan gitu."

"Seperti contoh ini, saya bertanya dikira provokasi."

"Itu kan beda sekali, konteksnya bertanya, itu dianggap provokasi," tutur Ketua PMI itu.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 15 Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Papua Terbanyak, Disusul Nias dan Maluku Utara

Jusuf Kalla pun mempertanyakan di mana letak provokasi dari pertanyaan yang dia ajukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved