Breaking News:

Putusan Pengadilan

Digugat Rp5 Miliar, Bank MANDIRI Kalah Melawan NASABAH Terkait Tagihan Kartu Kredit MISTERIUS

Bank Mandiri kalah melawan nasabahnya dalam sidang gugatan Rp5 miliar terkait tagihan kartu kredit yang dibuat menggunakan data palsu.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw | Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
kontan.co.id
Bank Mandiri kalah dalam gugatan Rp5 miliar dari Nasabah terkait tagihan kartu kredit. 

Dalam surat putusan PN Pekanbaru juga tertuang jawaban atau eksepksi dari pihak Bank Mandiri.

Dalam eksepsi itu, pihak bank mandiri dengan bukti-buktinyameyakini bahwa Santi Wati Nainggolan pernah membuat kartu kredit dengan limit Rp 6 juta pada tahun 2015.

Sedangkan pemblokiran rekening tabungan milik pengguggat dilakukan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam butir 8 “Ketentuan dan Syarat Khusus Rekening Mandiri Tabungan” yakni Pemblokiran rekening Mandiri tabungan dapat dilakukan di semua cabang atas permintaan pertimbangan Bank.

Menurut pihak Bank Mandiri, hal itu sesuai pula ketentuan dalam Ketentuan dan Syarat Khusus Mandiri Kartu Kredit, yakni pemilik rekening (Penggugat) menyetujui Bank/Tergugat untuk memblokir dana di rekening giro, tabungan atau simpanan lainnya untuk menyelesaikan kewajiban kartu kredit.

Cek Kurs Dollar AS Rupiah Hari Kamis 18 Februari di BNI Melemah Jadi Rp 14.200

Berikutnya, pihak Bank Mandiri juga menyatakan bahwa meskipun telah melakukan pemblokiran terhadap rekening Penggugat, tapi pihak bank juga tetap memberikan hak kepada nasabah atau pemilik rekening untuk mengajukan sanggahan atau keberatan terhadap tindakan bank dalam melakukan pemblokiran atas rekening.

Selain itu, pihak Bank Mandiri juga telah melakukan koreksi terhadap informasi status Penggugat pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dimiliki Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sesuai Data Informasi Debitur pada SLIK OJK per tanggal 30 Juni 2020 tagihan kartu kredit yang pernah diajukan kepada Penggugat telah terkoreksi.

Hasil koreksi itu menyebut tidak ada lagi tagihan atas tunggakan pembayaran kartu kredit atas nama Penggugat sehingga nama Penggugat sudah tidak termasuk dalam debitur bermasalah atau sudah bersih.

PUTUSAN PN Pekanbaru

Putusan PN Pekanbaru kemudian'menyatakan bahwa pihak Bank Mandiri telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Dalam bagian menimbang, berdasarkan fakta majelis hakim berpendapat  berpendapat bahwa Kartu Kredit No.5126-7603-0294-2542 atas nama
Penggugat bukanlah merupakan milik Penggugat. 

Hakim berpendapat bahwa nama dan identitas Penggugat telah dipakai oleh orang lain. 

Hal itu tertuang dalam bagian menambing di halaman 36 putusan PN Pekanbaru. 

Namun, dalam putusan PN Pekanbaru, Bank Mandiri tidak diminta untuk memberikan ganti rugi materiil maupun immaterril kepada penggugat.

Hakim menyatakan bahwa tidak ada kewajiban penggugat menggunakan jasa pengacara sehingga menganggap tak ada kerugian materiil yang dialami penggugat.

Selain itu, terkait ganti rugi Immateriil, hakim berpendapat bahwa penggugat tidak merinci kerugiannya.

Artinya hakim hanya mengabulkan gugatan penggugat sebagian saja. 

Cek Kurs Dollar AS Rupiah Hari Kamis 18 Februari di BNI Melemah Jadi Rp 14.200

Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru

Namun, dalam putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru, hakim memiliki keyakinan lain terkait ganti rugi materiil dan immaterii.

Hakim PT Pekanbaru menyebut bahwa sudah benar putusan hakim tingkat pertama di mana disebut bahwa pengggugat tidak memiliki kerugian materiil.

Tetapi hakim pengadilan tinggi meyakini bahwa penggugat mengalami kerugian immateriil.

Namun, hakim tinggi hanya mengabulkan ganti rugi immateriil senilai Rp50 juta dari gugatannya Rp5 miliar.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved