Breaking News:

Berita Jakarta

BPBD DKI Diminta Tangani 18 Masalah Kebencanaan di Ibu Kota, Mulai dari Kebakaran hingga KDRT

BPBD DKI Diminta Tangani 18 Masalah Kebencanaan di Ibu Kota, mulai dari kebakaran, kriminalitas, konflik sosial hingga KDRT

Gulkarmat Jakarta Barat
Kebakaran di Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (17/2/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dituntut menangani 18 masalah kebencanaan di Ibu Kota.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat mengecek kesiapsiagaan bencana di kantor BPBD DKI pada Kamis (18/2/2021).

Ariza merinci, 18 masalah itu adalah kebakaran, kriminalitas, konflik sosial, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), banjir, evakuasi mayat, tanah longsor, pohon tumbang dan gempa.

Kemudian kedaruratan medis, kecelakaan, kemacetan, hewan liar, jalan terganggu, penyelamatan korban, kerusakan konstruksi, angin puting beliung dan terorisme.

“Masyarakat tinggal menghubungi Call Center 112. Tanpa pulsa bahkan tanpa sim card bisa. Soal banjir, kebakaran, Covid-19, terorisme, sampai masalah KDRT silakan, mudah-mudahan kami bisa cepat menangani masalah kebencanaan,” kata Ariza pada Kamis (18/2/2021).

Ariza mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai ketersediaan logistik dari hasil kolaborasi masyarakat.

Di antaranya pompa, parasut, perahu, serta keperluan pengungsi seperti selimut sampai tikar, minum air mineral, susu dan pampers.

Baca juga: Anggap Enteng Soal Adanya Masyarakat yang Menolak Vaksin, Anies : Wong Vaksinnya aja Terbatas

Dengan kolaborasi diharapkan masyarakat bisa bersatu dan penanganan dampak kebencanaan dapat ditangani secara lebih cepat dan optimal.

“Jadi penting bagi kita menunjukkan kepedulian yang baik, yakni dengan kolaborasi antara pemerintah dan non pemerintah,” ujarnya.

“Kami memiliki aparat logistik dan lain sebagainya, tapi yang lebih penting yang ingin kita bangun adalah kesadaran dan kepedulian masyarakat. Jakarta adalah kota kolaborasi, mari kita bersinergi positif, berkolaborasi,” tambahnya.

Baca juga: Kebijakan Anies Bikin Bangga, Kualitas Udara Ibu Kota Membaik Sejak PSBB Diberlakukan

Selain kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah juga berkolaborasi dengan 77 organisasi untuk membentuk tim reaksi cepat.

Tim tersebut bersama TNI-Polri dan mereka bekerja selama 24 jam untuk membangun kolaborasi dalam mengatasi masalah kebencanaan.

Sementara itu turut disampaikan agar masyarakat tetap wasapada terhadap potensi banjir, akibat cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi beberapa hari ke depan.

“Kita bersama-sama mempersiapkan. Cuaca ini harus kita hadapi dengan bijak, tenang, sabar. Kita tidak tahu datangnya hujan, rob, dan kiriman dari hulu, kita harus siap,” ungkapnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved