Breaking News:

Ariza: Kontribusi Masyarakat Jauh Lebih Penting Dalam Menciptakan Kualitas Udara yag Bersih

Pemerintah daerah memang melakukan berbagai upaya yang berdampak pada peningkatan kualitas udara.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
(Ari Wibisono/Instagram wibisono.ari)
Pemandangan Gunung Gede Pangrango dilihat dari Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah daerah memang melakukan berbagai upaya yang berdampak pada peningkatan kualitas udara. Hal ini dibuktikan dengan langit Jakarta terlihat biru dan panorama Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat terlihat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara tentang kualitas udara di Ibu Kota yang semakin bersih.  “Kualitas udara di Jakarta semakin baik, silakan dilihat datanya biru,” kata Ariza saat mengecek kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kantor BPBD DKI Jakarta, Jalan KH. Zainul Arifin, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (18/2/2021).

Ariza mengatakan, pemerintah daerah memang melakukan berbagai upaya yang berdampak pada peningkatan kualitas udara. Di antaranya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kebijakan ini justru membuat jumlah kendaraan dan pelaku industri aktivitasnya berkurang selama di Jakarta. Selain itu, DKI juga melakukan penghijauan dengan membangun tamah, hutan kota dan sebagainya.

Baca juga: Kisah Hendi, Selama 2 Tahun Diteror Ribuan Pesan Porno Lewat WhatsApp hingga Hampir Diceraikan Istri

Baca juga: Sosok Irjen Paulus Waterpau, Putra Papua yang Dipromosikan Jadi Kabaintelkam, 4 Kali Jabat Kapolda

“Pemerintah memang melakukan berbayap upaya peningkatan ruang terbuka hijau (RTH), mulai mengendalikan emisi transportasi publik dan sebagainya. Tapi sekali lagi, kontribusi masyarakat jauh lebih penting terhadap lingkungan,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, tingkat Particular Matter 2,5 atau PM 2,5 di tiga wilayah Jakarta menurun drastis selama pandemi Covid-19. Ketiga wilayah itu adalah Bundaran HI, Kelapa Gading dan Jagakarsa.

Pada bulan Maret-Desember 2019 tingkat PM 2,5 menembus 51,99; sedangkan saat pandemi Covid-19 pada Maret-Desember 2020 menjadi 37,70. Artinya, terjadi penurunan tingkat PM 2,5 mencapai 27,50 persen saat PSBB berlangsung.

Sementara kandungan karbon monoksida (Co) juga ikut menurun. Tingkat konsentrasi Co dilakukan di lima titik di antaranya Bundaran HI, Kelapa Gading, Jagakarsa, Lubang Buaya dan Kebon Jeruk.

Pada bulan Maret-Desember 2019 konsentrasi Co di lima wilayah itu mencapai 1,22; kemudian saat pandemi Covid-19 pada Maret-Desember 2020 konsentrasinya menurun jadi 0,88. Artinya, terjadi penurunan konsentrasi Co mencapai 27,86 persen saat PSBB.

Seperti diketahui, di media sosial kini viral foto pemandangan Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat yang terlihat dari Kemayoran, Jakarta Pusat. Foto pemandangan tersebut diunggah oleh pengguna Instagram Ari Wibisono, @wibisono.ari pada Rabu (17/2/2021).

Foto yang diambil pagi tadi kemudian menjadi perbincangan pengguna media sosial lainnya, karena Gunung Gede Pangrango terbilang sulit disaksikan dari wilayah Jakarta. Foto tersebut banyak diposting ulang oleh warganet, termasuk akun Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Baca juga: Vaksinasi Covid19 Tahap II Telah Dimulai, Ini Daftar Sasarannya

Baca juga: Liang Makam Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Bekas Sawah

Hanya saja, banyak yang meragukan keaslian foto tersebut. Bahkan ada yang sama sekali tidak percaya dan menuding bahwa foto itu hasil rekayasa.

Akibatnya, akun Dinas Lingkungan Hidup pun menjadi sasaran karena dianggap melakukan pencitraan dengan memberikan foto gunung yang dituding tempelan tersebut. Termasuk fotografer senior sekaliber Arbain Rambey yang menuding gunung dalam foto itu hanya tempelan.

Arbain juga memaparkan beberapa analisa hingga ia berani menuding foto gunung itu hanya tempelan.
“Ini foto tempelan. Untuk dapat Pangrango segede gitu, butuh tele panjang lalu motret dari jauh. Melihat perbandingan mobil depan dan belakangnya, jelas tak memakai tele panjang,” tulis Arbain Rambey dalam akun Twitternya @arbainrambey dikutip Wartakotalive.com, Rabu (17/2/2021).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved