Breaking News:

VIRAL Pelanggar Prokes di Bintara Jaya Mengaku Dipukul Aparat Saat Razia, Satpol PP: Tidak Benar!

Video viral memperlihatkan seorang pelanggar prokes mengaku dipukul Satpol PP namun dibantah aparat Satpol PP Bintara Jaya.

Humas Polres Metro Bekasi
Ilustrasi. Libur panjang imlek, Polres Metro Bekasi menggelar penyekatan dan rapid tes antigen di Jalur Pantura Jalan Raya Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi perbatasan wilayah Karawang, pada Kamis (11/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Barat -- Viral di media sosial video yang memperlihatkan seorang pelanggar protokol kesehatan merekam kejadian pasca dugaan pemukulan temannya oleh aparat Satpol PP Kelurahan Bintara Jaya ketika operasi dilakukan, Senin (15/2/2021).

Terlihat bahwa seorang pelanggar prokes yang menaiki kendaraan sepeda motor tak mengenakan masker.

Di dekatnya terdapat 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang merupakan aparat.

Baca juga: VIDEO Pria Ngaku Kerja di Media Massa Marah ke Wartawan Saat Petugas Sidak Prokes ke Kafe Milknya

Sedangkan perekam video yang merupakan teman seorang pelanggar prokes merekam tepat di depan mereka berempat.

"Teman saya dipukul," kata perekam video saat ditanya aparat terkait alasan merekam kejadian tersebut.

Video berdurasi 11 detik yang diunggah akun instagram @bekasikinian tersebut, hingga kini telah dilihat sebanyak 63.382 kali.

Baca juga: Soal Denda Selama PPKM Pusat yang Diikuti DKI, Ariza Sebut Denda Prokes Tetap Berlaku

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah menampik bahwa aparat memukul pelanggar prokes saat diadakannya operasi.

"Tidak ada pemukulan oleh petugas kami di lapangan," ungkap Abi saat dikonfirmasi, Rabu (17/2/2021).

Ia menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh aparat Kelurahan Bintara Jaya dan Satpol PP yang tergolong sebagai operasi non yustisi atau tanpa pengenaan sanksi.

Baca juga: PPKM Jakarta: 84 Perusahaan di Jakarta Pusat Dapat Sanksi Teguran Tertulis Akibat Langgar Prokes

Abi mengatakan bahwa pelanggar tersebut ngotot ketika petugas hendak memberhentikan laju kendaraannya kala mereka ingin ditegur aparat.

"Hal yang biasanya terjadi, masyarakat lebih galak dan bahkan mau memviralkan seolah-olah aparatur yang berbuat salah karena alasan memukul," tuturnya. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved