Breaking News:

Berita Bogor

Ratusan Pelajar Leuwisadeng Kabupaten Bogor Gigit Jari Tak Bisa ke Yogyakarta, Ini Kata Camat

Ratusan Pelajar Leuwisadeng Kabupaten Bogor gigit jari tak bisa ke Yogyakarta, Ini kata Camat

Bambang Putranto
Ratusan Pelajar Leuwisadeng Kabupaten Bogor gigit jari tak bisa ke Yogyakarta, Ini kata Camat 

WARTAKOTALIVE.COM, LEUWISADENG - Ratusan pelajar Leuwisadeng, Kabupaten Bogor gigit jari tak bisa ke Yogyakarta. Ini kata Camat Leuwisadeng.

Kecamatan Leuwisadeng angkat bicara pasca pembubaran ratusan murid SMK Kesehatan Mustopo yang akan mengikuti study tour ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Camat Leuwisadeng, Rudy Mulyana mengatakan Satgas Covid-19 Kecamatan membatalkan perjalanan study tour tersebut lantaran saat ini masih dalam situasi pandemi.

Lanjut Rudy, pihak sekolah yang bersangkutan juga tidak melakukan koordinasi.

"Permasalahannya memang beliau tidak berkoordinasi atau meminta izin dengan Satgas tingkat kecamatan bahwa akan mengadakan study tour ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Semarang," ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Rudy menambahkan bahwa setelah dilakukan pengecekan dan edukasi terhadap pihak sekolah  maka kegiatan tersebut ditunda sementara waktu karena mengundang kerumunan.

"Untuk sementara malam itu juga kita mengambil tindakan tegas bahwa kegiatan  tour studi itu dihentikan dan hari ini kita panggil kepala sekolahnya ke kecamatan untuk membuat klarifikasi," jelasnya.

Baca juga: Masih ada Desa yang Belum ajukan Program Satu Miliar Satu Desa, Bupati Bogor: Mungkin tidak Percaya

Sementara itu, setelah dilakukan pemanggilan, pihak sekolah mengakui tidak koordinasi kepada satgas covid kecamatan, terlebih saat ini masih pemberlakuan PPKM.

"Meskipun kewenangan SMK ada di Provinsi tapi mengenai izin keramaian ada di Satgas tingkat Kecamatan," bebernya.

Baca juga: BPN Cileungsi Dibuka, Warga 7 Kecamatan di Bogor Timur Tak Perlu Lagi Urus Surat ke Cibinong

Atas pemanggilan tersebut, Rudy mengatakan bahwa pihak sekolah meminta maaf karena tidak membuat perizinan kepada pihak satgas tingkat kecamatan dan menunda kegiatan study tour.

"Jadi keputusan pihak kecamatan bahwa harus di jadwal ulang atau ditunda sampai memang ada aturan yang membolehkan mereka untuk study tour maupun itu jenisnya penelitian," tuturnya.

Sementara itu, ketika Wartakotalive.com ingin melakukan konfirmasi ke pihak sekolah, Kepala Sekolah ataupun perwakilan sedang tidak ada di tempat.

"Kepala Sekolah tidak ada di tempat. Besok juga sekolah libur," ujar petugas keamanan sekolah.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved