Breaking News:

HUT Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Galakan Sedekah Sampah Menjadi Berkah

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan berbagai inovasi. Khususnya dalam sektor pengelolaan sampah.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan berbagai inovasi. Khususnya dalam sektor pengelolaan sampah. Plt Kepala DLH Kota Tangerang, Budi Wahyudi menjelaskan mengenai konsep tersebut. Menurutnya program ini bisa membantu pergerakan ekonomi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan berbagai inovasi. Khususnya dalam sektor pengelolaan sampah.

Plt Kepala DLH Kota Tangerang, Budi Wahyudi menjelaskan mengenai konsep tersebut. Menurutnya program ini bisa membantu pergerakan ekonomi.

"Terlebih saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19. Masyarakat bisa memberdayakan sampah agar menjadi nilai ekonomis," ujar Budi saat dijumpai Warta Kota di kantornya, Rabu (17/2/2021).

Budi menyebut penanganan sampah menjadi hal yang serius. Oleh karena itu pihaknya melakukan berbagai upaya.

"Seperti adanya Bank Sam yaitu Bank Sampah. Bisa memilah sampah-sampah yang ada," ucapnya.

Di berbagai sekolah juga, jajaranya menerapkan apesiasi. Terutama bagi sekolah yang menjaga lingkungannya dengan baik sehingga menyandang Adiwiyata.

"Untuk para perusahaan juga kami berikan penghargaan bagi pengelolaan sampahnya bagus," kata Budi.

Baca juga: VIDEO HUT Kota Tangerang, Pemkot Tangerang Gelar Job Fair, Sediakan 1.097 Lowongan Pekerjaan 

Baca juga: Revitalisasi Stadion Benteng Rampung Jadi Kado HUT Kota Tangerang ke-28

Baca juga: Lepas Goweser di Acara Charity Bike Ride, Wali Kota Ajak Masyarakat Meriahkan HUT Kota Tangerang

Budi mengungkapkan masyarakat bisa membaca peluang dalam pengelolaan sampah ini. Sehingga dapat membantu perekonomiannya.

"Ada sampah-sampah yang bisa kita pilah. Sehingga menjadi uang. Hasilnya kami sedekah kan. Makanya kami namai sedekah sampah," ungkapnya.

Menurutnya, para generasi milenial sekarang ini dapat memanfaat situasi tersebut. Apalagi banyak sektor yang terimbas dengan pandemi Covid-19.

"Contohnya hilang pekerjaan atau pun terdampak pandemi. Anak-anak muda bisa membaca peluang ini, sehingga sampah bisa menjadi solusi," tutur Budi.

Budi mengaku pihaknya saat ini telah gencar melakukan sistem peternakan magot atau ulat. Sampah-sampah yang tertampung itu dapat menimbulkan adanya magot.

"Ada magot, sampah menjadi habis karena termakan. Dan magot ini juga bisa dibudidayakan menjadi pakan ternak. Nilai ekonomisnya tinggi, sehingga sampah itu dapat menuai berkah," paparnya. (adv/dik)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved