Breaking News:

Menpora Zainudin Amali: Berita Soal Mantan Atlet Dayung Leni Haini Mau Jual Medali Itu Hoaks!

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan berita mantan atlet dayung Indonesia yang ingin menjual medali untuk berobat anaknya itu hoax.

KOMPAS.COM/JAKA HB
Leni Haini (44) selaku salah seorang atlet dayung Provinsi Jambi yang sudah menorehkan banyak prestasi internasional kembali viral di sosial media beberapa waktu lalu. Kabar soal dia hampir menjual semua medalinya karena kondisi ekonomi keluarga dan anaknya yang sakit ternyata hoaks. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali sebelumnya merasa prihatin mendengar ada mantan atlet dayung Indonesia yang ingin menjual medali untuk keperluan berobat anaknya yang sakit.

Begitu mendengar kabar atau berita tersebut, Menpora pun langsung menyatakan diri bakal membantu Leni Haini yang merupakan eks atlet dayung itu.

Baca juga: MIRIS, Eks Atlet Dayung Leni Haini Ingin Jual Medali untuk Pengobatan Anaknya, Menpora Siap Bantu

Menpora mengirim Deputi Bidang Pembinaan dan Prestasi untuk mengecek kabar tersebut. Begitu dicek, Menpora mengaku kaget lantaran berita tersebut dikatakan Leni Haini justru tak benar.

“Setelah mendapatkan informasi bahwa ada mantan atlet dayung berprestasi akan menjual medali saya langsung memerintahkan Deputi Bidang Pembinaan Prestasi untuk mengecek tentang berita yang sempat viral itu kepada pihak PB PODSI,” kata Menpora kepada Tribunnews, Rabu (17/2/2021).

“Selanjutnya diadakan pengecekan ke Pengurus PODSI daerah Jambi, ternyata mantan atlet tersebut menyampaikan bahwa dia tidak tahu menahu dengan berita tersebut. Dia juga heran siapa yang membuat berita tersebut, katanya itu hoaks. Demikian hasil pengecekan kami,” sambungnya.

Baca juga: Menpora Zainudin Amali akan Bantu Eks Atlet Dayung Leni Haini yang Ingin Jual Medali Demi Obati Anak

Sementara itu, Leni Haini mengaku kesal dengan pemberitaan yang sudah terlanjur viral itu.

Ia menegaskan bahwa medali yang ia dapat tidak akan pernah ia jual dan soal pemberitaan anaknya yang sakit sudah terjadi pada 2012 silam, itu pun pemerintah sudah membantunya.

“Saya tidak tahu soal gambar yang viral itu. Saya kesal juga tanpa izin sama saya dan merasa gambar saya di eksploitasi, itu tahun 2012 lalu pas saya butuh untuk pengobatan anak saya. Bagi penyebar mohon jangan menjual nama saya, kalau mau viralkan, viralkan saja kegiatan yang positif,” kata Leni.

“Ini medali saya, saya tidak mau menjual medali. Saya jadi korban,” sambungnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved