Breaking News:

Selain Selidiki Peran 15 Warga Figuran, Polisi Buru Sekretaris Desa Terlibat Korupsi Dana Bansos

"Kalau ada bukti cukup, kita bisa jadikan 15 warga figuran sebagai tersangka,"kata Kapolres Bogor, AKBP Harun, di Polres Bogor

Wartakotalive.com
Kapolres Bogor AKBP Harun menunjukkan pelaku dan barang bukti korupsi dana bansos di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Senin (15/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG --- Kasus penggelapan dana bantuan sosial Rp 600 ribu per kepala keluarga (KK) di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, berbuntut panjang.

Bukan hanya Kepala Seksie (Kasie) Pelayanan Desa Cipinang berinisial LH (32) saja yang terlibat dalam penggelapan dana bantuan sosial senilai Rp 54 juta tersebut.

Saat ini penyidik kepolisian Polres Bogor masih menyelidiki peran 15 warga yang direkrut LH untuk menggunakan data bermasalah

"Kalau ada bukti cukup, kita bisa jadikan 15 warga figuran sebagai tersangka,"kata Kapolres Bogor, AKBP Harun, di Polres Bogor, Cibinong, Senin (15/2/2021).

Menurut Harun, tindakan penyelewengan bansos ini merupakan inisiatif tersangka LH sendiri.

"Pengakuan tersangka, ini inisiatifnya sendiri. Setelah merasa ada masalah, uangnya diserahkan ke Sekretaris Desa Cipinang," jelasnya.

"Kita masih selidiki Sekdes Cipinang. Saat ini masih diburu (DPO). Jadi selain HL, masih ada calon tersangka lainnya," imbuhnya.

Pelaku dikenakan Pasal 43 Ayat 1 UU No.13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta.

"Dia bukan PNS, karena itu kita kenakan undang undang Penanganan Fakir Miskin. Kalau PNS, kita kenakan undang undang lain yaitu Tipikor," papar mantan Kapolres Lamongan ini.

Polres Bogor masih terus mengembangkan kasus ini dan menyelidiki kasus serupa di desa lain di Kabupaten Bogor.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved