Berita Nasional

Percepat Pemulihan Parekraf, Sandiaga Uno Targetkan Validasi dan Verifikasi Dana Hibah Pariwisata

Percepat Pemulihan Parekraf Nasional , Sandiaga Uno Targetkan Validasi dan Verifikasi Dana Hibah Pariwisata

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto pada Selasa (16/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong penyelamatan industri parekraf melewati masa pandemi Covid-19 dengan berbagai stimulus.

Antara lain, dana hibah, stimulus PEN, program Prakerja, soft loan serta start up modal usaha ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno usai melaksanakan rapat kerja dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwiyono Mudiarso dan Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir pada Selasa (16/2/2021).

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno yang didampingi Wamenparekraf Angela Herliani Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kurleni Ukar, Deputi Bidang Industri dan Investasi Fajar Utomo membahas dana hibah yang akan digelontorkan kepada pelaku parekraf.

"Kami membahas secara detail tentang hibah pariwisata pada 2020 dari total Rp 3,3 triliun terealisasi 70% atau Rp 2,26 triliun salah satu evaluasinya data yang disiapkan belum terverifikasi dan tervalidasi," ujar Sandiaga Uno.

Dikatakannya, proses validasi dan verifikasi masih menjadi pekerjaan rumah Kemenparekraf agar dana hibah ini ke depannya bisa menjangkau lebih banyak lagi hotel, restoran, termasuk diperluas untuk para pelaku sektor pariwisata lain termasuk biro perjalanan wisata, taman rekreasi dan lainnya.

"Tahun lalu 2020 ada sebanyak 6.818 hotel dan 7.625 restoran yang mendapatkan dana hibah pariwisata ini. Pada tahun 2021 akan kita tingkatkan, lanjutkan, dan perluas untuk meningkatkan resiliensi dan ketahanan industri pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19," ungkap Sandiaga Uno.

Baca juga: Kisah Inspiratif UKM Sepatu Prabu, Bertahan hingga Lipat Gandakan Omset Hingga 500% Selama Pandemi

Kemenparekraf kata Sandiaga Uno tidak ingin sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini mengalami kerusakan permanen karena mereka telah melakukan melewati periode likuditas yang sangat minim.

Saat ini mereka menghadapi situasi menjual aset mereka ini adalah bentuk kerusakan permanen yang harus dihindari.

"Selain itu kami mendorong program pra kerja agar diperluas untuk pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan sedang kita siapkan data nya. Pak Menko Perekonomian menyampaikan siap menampung program pra kerja dengan acuan data yang sudah clean atau sudah net bisa didapatkan segera," tambah Sandiaga Uno.

Baca juga: Saluran Phb Sulaiman Meluap, Pemukiman Warga di Cipinang Melayu Terendam Banjir Hingga Satu Meter

Kemudian terkait program stimulus PEN yang diberikan sebelumnya Kemenparekraf mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk subsidi bunga, restrukturisasi kredit, dan beberapa program bantuan sosial, program padat karya.

"Saya melihat usulan program pinjaman lunak atau soft loan dari Provinsi Bali sebesar Rp 9,4 Triliun ini layak di support secara totalitas oleh pemerintah pusat karena kita perlu mempertahankan sektor ini dari collapse," kata Sandiaga Uno.

Kemenparekraf mendorong jajarannya agar bagaimana program Prakerja dapat dilakukan sebelum lebaran 2021 dapat diwujudkan melalui platform yang sudah dilakukan tahun 2020.

Dengan berbagai bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan, kapasitas, daya beli konsumsi masyarakat dalam keadaan yang sulit ini.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved