Breaking News:

Markis Kido Kenang French Open 2013, Non Unggulan Jadi Juara dan Ini Karakter Marcus Fernaldi Gideon

Markis Kido mengenang French Open 2013 dan mengungkapkan karakter pasangannya saat itu, Marcus Fernaldi Gideon. Pemain non unggulan jadi juara.

Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Markis Kido dan Marcus Fernaldi Gideon mengenang perjuangan mereka sebagai pemain non unggulan namun bisa jadi juara di French Open 2013. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perjalanan karier seorang pebulu tangkis tidak ada yang tahu.

Sebuah kisah menarik untuk diulas adalah prestasi ganda putra Indonesia di French Open 2013 silam, yang mana jagoan non unggulan juaranya, Markis Kido-Marcus Fernaldi Gideon.

Momen itu pula yang akhirnya membawa seorang Marcus Fernaldi dipanggil kembali ke pelatnas PBSI dan berduet dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Pasangan itu kini menduduki ranking satu dunia sektor ganda putra.

Baca juga: Markis Kido Apresiasi Perjuangan Leo Rolly Carnando-Daniel Martin Lolos ke Semifinal Thailand Open

Kembali kepada kisah perjuangan Markis Kido dan Marcus.

Markis Kido era 2013 tak lagi memperkuat pelatnas, sedangkan Marcus telah memutuskan keluar dari PBSI.

Keduanya pun bertemu dan berlatih bersama di klub Jaya Raya.

Baca juga: Legenda Bulu Tangkis Indonesia Markis Kido Menyanjung Power dan Semangat dari Marcus Fernaldi Gideon

Dipasangkan, keduanya bak duet senior dan junior, dimana Markis Kido jauh lebih tua dibandingkan Marcus.

Ada yang spesial dan unik saat keduanya diproyeksikan untuk ikut kejuaraan dunia di French Open 2013.

"Saya posisi di situ pemain senior dan motivasi sudah berkurang. Namun, Marcus punya daya juang tinggi. Dia belum meraih juara waktu itu, dan dia mengajak saya latihan pagi dan sore. Sehabis latihan, langsung ke gym lagi. Pokoknya, saya diajak latihan terus sama Marcus," kenangnya kepada Warta Kota, belum lama ini

Alhasil, sebagai patner, Markis Kido pun ikut merasakan semangat muda dari seorang Marcus dan mengikuti latihan intens ala Marcus Fernaldi.

Tidak sia-sia, latihan intens keduanya yang penuh semangat, membawa keduanya meraih juara French Open mengalahkan pasangan Malaysia di final.

Meski non unggulan, keduanya justru menang dua set langsung di final.

"Setelah French Open, kami juga bermain di Palembang, Indonesia Master 2014 dan juara. Selepas kejuaraan itu saya melihat diri saya, stamina saya sudah mulai menurun dan sudah merasa cukup ya, Marcus pun kembali dipanggil pelatnas," tuturnya. 

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved