Breaking News:

Berita Bogor

BMKG Prediksi La Lina Hingga April 2021, Ini Langkah Jitu Bupati Bogor Ade Yasin Atasi Bencana

BMKG Prediksi La Lina hingga April 2021, Ini langkah jitu Bupati Bogor Ade Yasin atasi bencana.

Wartakotalive.com/Hironimus Rama
BMKG Prediksi La Lina hingga April 2021, Ini langkah jitu Bupati Bogor Ade Yasin atasi bencana. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - BMKG prediksi La Lina hingga April 2021. Ini langkah jitu Bupati Bogor, Ade Yasin, atasi bencana.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena La Nina bisa berlangsung hingga Maret dan April 2021 mendatang.

Hal ini tentu saja berdampak pada potensi  bencana di seluruh Tanah Air, termasuk Kabupaten Bogor.

Untuk mengantisipasi potensi bencana alam di Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Ade Yasin meminta agar mitigasi bencana dioptimalkan.

"Persoalan bencana memang kita tidak hapal kapan dan dimana. Tetapi ketika sudah ada peringatan  kita harus siap-siap,” kata Ade, Selasa (16/2/2021).

Penanganan bencana yang terbaik, lanjutnya, dilakukan melalui mitigasi bencana,

“Pada awal tahun 2021 ini, sudah ada 13 Kecamatan yang kerap terjadi bencana alam kecil. Ini bisa menjadi besar kalau tidak ada upaya pencegahan bencana. Itulah pentingnya mitigasi bencana," ujarnya.

Baca juga: Kerahkan 2 Mobil Laboratorium PCR, Ini yang Dilakukan BIN Terhadap Warga Bojonggede Kabupaten Bogor

Ade Yasin meminta penangananan bencana, baik bencana alam dan nonalam di Kabupaten Bogor, dilakukan melalui optimalisasi mitigasi bencana. 

“Mitigasi bencana ini bertujuan untuk mencegah supaya tidak terjadi bencana, juga untuk memperkecil resiko dari bencana,” papar Ade.

Lokasi banjir bandang di Gunung Mas, Bogor
Lokasi banjir bandang di Gunung Mas, Bogor (Warta Kota/Hironimus Rama)

Politisi PPP ini meminta agar dalam penganggaran tahun 2021, baik ke TAPD maupun dinas terkait, mitigasi bencana itu harus menjadi prioritas. 

“Tidak semua orang bisa melakukan mitigasi. Kalau pasca bencana, semua orang bisa melakukan baik tenaga, materi dan lainnya," jelasnya.

Baca juga: Alasan Petugas Satgas Covid-19 Mendatangi Villa Rahmat Effendi di Cisarua Bogor

Ade melanjutkan kolaborasi, koordinasi dan sinergi menjadi hal penting yang harus dilakukan antar dinas terkait. 

"Setelah saya pelajari ternyata semua dinas menjadi bagian dari penanganan bencana. Tidak hanya mitigasi bencana juga dalam penanganan dampak bencana,” paparnya.

“Saya juga minta aktifkan kembali Desa Tangguh Bencana (Destana), semua harus bersinergi mempersiapkan maupun pelatihannya," ungkap Ade.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved