Breaking News:

Berita Depok

Wajibkan Belanja Sembako Rp 100.000, Cara Koperasi Kodim Depok Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Wajibkan Belanja Sembako Rp 100.000, Cara Koperasi Kodim Depok Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Wartakotalive.com/Dodi Hasanuddin
Wajibkan Belanja Sembako Rp 100.000, Cara Koperasi Kodim Depok Bertahan di Masa Pandemi Covid-19 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Wajibkan belanja Sembako Rp 100.000, cara Koperasi Kodim Depok bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 memporak-porandakan sektor perekonomian.

Banyak usaha yang omzetnya turut drastis. Tidak sedikit juga perusahaan terpaksa tutup akibat dampak pandeki Covid-19.

Ternyata berbeda dengan yang dialami Koperasi Kartika Mandiri Sejahtera Bersama (KMSB).

Koperasi tersebut di bawah naungan Kodim 0508 Depok.

Ketua Koperasi Kartika Mandiri Sejahtera Bersama (KMSB), Kapten Inf Dwi Pamuji mengatakan, ada sejumlah  strategi yang dijalankan pihaknya sehingga KMSB mampu bertahan bahkan meningkat di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Pelantikan Idris-Imam Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Rabu Besok Batal Digelar

Salah satu strategi yang dilakukan adalah belanja wajib.

Setiap anggota koperasi wajib belanja sembako Rp 100.000

"Kami mewajibkan setiap anggota untuk belanja sembako sebesar Rp 100.000. Ini telah disepakati di dalam RAT (rapat anggota tahunan)," kata Dwi Pamuji, seusai menggelar RAT di Aula Makodim Depok, Selasa (16/2/2021).

Dwi Pamuji menambahkan bahwa untuk harga kebutuhan pokok di KMSB itu jauh lebih murah dibanding tempat yang lain.

Baca juga: Ulang Tahun, RSUI Depok Berikan Harga Khusus untuk Swab Test, Antigen, dan Antibodi

Harga bisa murah lantaran barang kebutuhan pokok itu disuplai dari IndoGrosir.

"Makanya tidak hanya anggota, pembeli dari luar pun banyak yang belanja di koperasi kami," sambungnya, melanjutkan.

Dwi Pamuji menjelaskan, sejak masa pandemi Covid-19, periode Februari 2020 - Februari 2021, Sisa Hasil Usaha (SHU) di koperasi KMSB meningkat drastis sebesar 20 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 2,28 persen.

"Alhamdulillah, SHU kami (tahun ini) meningkat sebesar 20 persen. Untuk keuntungan dari usaha, nantinya akan kami bagikan ke seluruh anggota, dalam bentuk barang, bukan uang tunai," ujar Dwi Pamuji.

"Sesuai tema RAT tahun ini, kami akan terus mengoptimalkan SHU, demi terwujudnya kesejahteraan anggota," ujarnya.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved