Breaking News:

Percepat Tracing Warga Terpapar Covid-19, Dinkes Bekasi Distribusikan Alat Ini ke Seluruh Puskesmas

satu unit layanan puskesmas akan diberikan sebanyak 50 alat swab antigen. Total puskesmas di Kota Bekasi sendiri berjumlah 43 puskesmas.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Guna mempercepat proses tracing warga yang terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bekasi mulai mendistribusikan alat tes swab antigen ke puskesmas-puskesmas di wilayah selama pemberlakuan PPKM Mikro, 9-22 Februari 2021.

"Kami pastinya distribusikan karena menjadi tanggungjawab dalam hal ini puskesmas untuk memberikan layanan ke masyarakat baik itu PCR, antigen atau rapid test," ungkap Kadiskes Kota Bekasi Tanti Rohilawati saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Senin (15/2/2021).

Selama distribusi, satu unit layanan puskesmas akan diberikan sebanyak 50 alat swab antigen. Total puskesmas di Kota Bekasi sendiri berjumlah 43 puskesmas.

"Kami berikan 50 setiap puskesmas. Total ada 43 puskesmas," ucapnya.

Lantaran jumlahnya terbatas, Tanti mengimbau kepada pihak puskesmas untuk mempergunakan alat tersebut berdasarkan skala prioritas.

"Prioritas digunakan untuk yang kontak erat dari yang terkonfirmasi. Kemudian, yang langsung ada keluhan juga diperiksa," tuturnya.

Sebelumnya, selama periode PPKM Mikro dari tanggal 9-22 Februari, pemerintah berencana untuk menggratiskan pelayanan swab antigen di puskesmas-puskesmas untuk menggencarkan 3T (tracing, testing dan treatment).

"Pelaksanaan daripada 3T, testing dilakukan swab antigen secara gratis. Jadi sekali lagi, swab antigen secara gratis yang disiapkan untuk masyarakat di desa/kelurahan yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan dengan menggunakan fasilitas kesehatan dan puskesmas di wilayah masing-masing," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Senin (9/2/2021) lalu.

Tanti Rohilawati menjelaskan pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait penggunaan alat swab antigen sebagai diagnosa.

"Kalau enggak salah sekarang ada pedoman baru, apakah sudah ditandatangani atau belum oleh pemerintah pusat, kelihatannya ada pergeseran untuk penentuan diagnosa, cukup dengan antigen. Tapi itu belum pasti keputusannya," ungkap Tanti.

Hingga saat ini, kepastian diagnosa proses tracing di kelurahan masih menggunakan PCR kit. Sedangkan swab antigen digunakan hanya pada saat kondisi tertentu saja.

"Masih juga kalau rapid test karena kami masih ada stoknya. Sama antara rapid dan antigen untuk mendeteksi. Tapi kalau untuk hasil yang pasti tetap harus PCR. Yang pasti kami tetap lakukan antigen dan PCR di wilayah puskesmas," tuturnya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved