Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Junta Militer Myanmar Kerahkan Kendaraan Tempur ke Berbagai Kota

masyarakat sipil semakin khawatir bakal terjadi penumpasan pengunjuk rasa anti-kudeta setelah 9 hari demonstrasi massal

AFP
Unjuk rasa menentang kudeta militer masih terus berlangsung di Myanmar 

Wartakotalive.com - Rezim militer Myanmar mengerahkan kendaraan lapis baja ke kota-kota negara itu yang dilanda protes massa. Akses internet sebagian besar telah diputus hingga Senin (15/2/2021) pagi ini WIB.

Laporan stasiun televisi Aljazeera menyebutkan, masyarakat sipil semakin khawatir bakal terjadi penumpasan pengunjuk rasa anti-kudeta setelah 9 hari demonstrasi massal menuntut kembali ke pemerintahan sipil.

Kedutaan besar barat, mulai Uni Eropa, Inggris, Kanada dan 11 negara lainnya, mengeluarkan pernyataan Minggu (14/2/2021) malam yang menyerukan pasukan keamanan untuk "menahan diri”.

“Kami mendukung rakyat Myanmar dalam pencarian demokrasi, kebebasan, perdamaian dan kemakmuran. Dunia sedang menonton, "kata pernyataan perwakilan diplomatik itu.

Pada jam-jam awal Senin, NetBlocks sebagai lembaga pemantau internet, mengatakan pemutusan koneksi internet hampir total berlaku di Myanmar mulai pukul 1 pagi waktu setempat.

Mereka membenarkan peringatan Kedutaan AS di Myanmar atas gangguan telekomunikasi antara pukul 01.00 dan 09.00.

“Keempat jaringan telekomunikasi utama tidak dapat diakses,” kata warga Yangon kepada kantor berita Reuters.

Sebelumnya pada Minggu, tentara dikerahkan ke pembangkit listrik di negara bagian utara Kachin, yang mengarah ke konfrontasi dengan para pengunjuk rasa.

Beberapa di antaranya mengatakan mereka yakin tentara bermaksud untuk memutus aliran listrik.

Pasukan keamanan melepaskan tembakan untuk membubarkan pengunjuk rasa di luar satu pabrik di Myitkyina, ibu kota negara bagian Kachin.

Halaman
1234
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved