Breaking News:

Pembunuhan

Anak Membunuh Ayah Kandung Gara-gara Makanan Sahur Terasa Asin, Pelaku Curiga Korban Campurkan Racun

Aksi anak bunuh ayah kandung menghebohkan warga setempat hanya karena makanan sahur terasa asin dan curiga korban campurkan racun ke makanan pelaku.

Tribunnews.com
Ilustrasi: Insiden ayah tewas dibunuh anak kandung dengan cara dibacok terjadi di Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Senin (15/2/2021). Motifnya makanan sahur terasa asin dan curiga korban sudah mencampurinya dengan racun. 

"bahkan korba sempat berucap 'Kok Bapak belain orang lain bukan belain anak sendiri' (meniru ucapan pelaku)"

"Lalu dijawab oleh korban dengan mengatakan 'Sama aja kalian berdua juga'," ujarnya.

Karena kesal ditambah pengaruh minuman keras, PI pun naik pitam.

Lalu mengambil senjata tajam jenis clurit yang berada di dapur.

Kemudian mengayunkan clurit satu kali ke arah korban hingga mengenai pangkal leher korban sebelah kiri.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawanya tak tertolong, karena memang darah yang keluar terlalu banyak," katanya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan beberapa keterangan dari saksi-saksi, pelaku pun akhirnya berhasil diamakan.

"Dari hasil penyelidikan, kita amankan tersangka PI yang merupakan anak kandung korban kini diamankan di Polsek Cengkareng," ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

(Surya.co.id/Wartakotalive.com/JOS)

Sebagian artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul "Anak Bacok Bapak Kandung Hingga Tewas di Kabupaten Trenggalek, Bermula saat Makan Sahur"

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved