Breaking News:

Viral Medsos

Iklan Aisha Wedding Dianggap Melecehkan dan Tak Bermoral, Aktivis Nilai sebagai Bentuk Trafficking

Hebob iklan Aisha Wedding yang dianggap melecehkan dan tak bermoral, mendapat sorotan aktivis Ansipol, yang menilai sebagai bentuk trafficking.

Twitter
Aktivis Ansipol menilai iklan Aisha Wedding sebagai bentuk perdagangan orang atau trafficking. Foto ilustrasi: Trending topik twitter hari Kamis 11 Februari soal Aisha Weddings tawarkan jasa nikah siri, poligami hingga nikah muda 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Iklan Aisha Wedding yang sempat viral dan trending di twitter, yang dianggap melecehkan dan tak bermoral, mendapat sorotan aktivis Ansipol.

Aktivis Ansipol menilai iklan Aisha Wedding sebagai bentuk perdagangan orang atau trafficking.

Yuda Irlang Kusumaningsih, Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil untuk Perempuan dan Politik (Ansipol)  menilai, iklan pernikahan anak oleh penyelenggara jasa pernikahan Aisha Wedding sebagai bentuk 'trafficking' atau perdagangan manusia.

Video: Pangdam Jaya: Kampung Tangguh Harus Berkesinambungan

"Ada yang melihat peluang bahwa kita bisa memanfaatkan perkawinan anak, kawin siri, dan sebagainya, jadi sebagai peluang ekonomi dan jelas-jelas bahwa ini adalah trafficking dan dipaket sedemikian rupa," kata Yuda Irlang dalam webinar yang digelar oleh Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) dan Setara Institute, Sabtu (13/2/2021).

Dalam webinar bertajuk "Memahami Logika Hukum dan Membongkar Ideologi Misoginis di Balik Aisha Wedding" tersebut, Yuda juga menilai masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19 sebagai salah satu pemicu.

"Wedding organizer ini muncul akhir tahun kemarin saat semua orang susah cari uang, perkawinan itu pestanya juga di-cancel dan sebagainya, jadi mungkin ada yang melihat peluang," tambahnya.

Baca juga: Polisi Profiling Pemilik Website Wedding Organizer Aisha Wedding yang Promosikan Pernikahan Anak

Baca juga: KPAI Polisikan Promosi Nikah Muda Aisha Weddings, Pakar Psikologi Nilai Unsur Pidananya Lemah

Yuda juga menilai kemunculan wedding organizer yang mempromosikan pernikahan anak terkait dengan maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Maraknya kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak, kata Yuda, itu juga menyiratkan adanya prilaku ingin menyalurkan hasrat seksual tapi secara tidak bertanggung jawab.

Mungkin untuk kawin tidak ada biaya dan lain-lain.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved