Breaking News:

Viral Moge Terobos Aturan Ganjil Genap di Bogor, 3 Pengendaranya Didenda Rp 250.000 Per Orang

Tiga dari 12 motor gede yang melanggar aturan ganjil genap di Bogor karena berjalan dengan pengawalan polisi akhirnya didenda Rp 250.000 per motor.

KOMPAS TV
Rombongan moge tidak mendapatkan pemeriksaan surat rapid antigen saat melintas menuju Puncak. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengecam tindakan sekelompok pengendara motor gede (moge) yang melanggar aturan ganjil genap yang sedang ditegakkan di Bogor pada akhir pekan lalu dan akhir pekan ini. 

Bima meminta semua pihak menghargai upaya yang dilakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan mengurangi kerumunan dan mengatur pergerakan masyarakat.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, rombongan motor gede (moge) diduga lolos aturan ganjil genap saat melintas di Kota Bogor, Jumat ( 12/2/2021) siang.

Baca juga: 3 Moge Pelanggar Ganjil Genap Kota Bogor Ternyata Warga Jakarta dan Tengerang

Menurut Bima, aturan harus ditegakkan kepada setiap orang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) apresiasi Polrestra Bogor Kota dalam mengungkap identitas rombongan pengendara moge yang melanggar ganjil genap dan PPKM mikro di Puncak
Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) apresiasi Polrestra Bogor Kota dalam mengungkap identitas rombongan pengendara moge yang melanggar ganjil genap dan PPKM mikro di Puncak (Wartakotalive/Hironimus Rama)

"Kami mendapatkan info itu tadi siang menjelang sore, saat ini kami berkoordinasi untuk menelusuri siapa, dari mana dan kemana. Info yang kami dapat adalah HDCI Bogor telah membuat aturan untuk meniadakan kegiatan aktivitas. Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati aturan, jangan mentang-mentang. Aturan dibuat untuk semua," kata Bima di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (12/2/2021).

Bima menambahkan, pihaknya sedang berkoodinasi dengan kepolisian untuk mencari rombongan moge tersebut.

"Tadi berkordinasi dengan pak Kapolres sepakat untuk melakukan pelacakan. Karena hukum ini harus tegak untuk semua, tanpa kecuali untuk kebaikan semua untuk kemaslahatan semua. Tidak ada yang dikecualikan, kecuali yang sudah disepakati ada tujuan penting kalau untuk rekreasi, jalan-jalan apalagi turing gak bisa," tegasnya.

Baca juga: Viral Rombongan Moge di Puncak, Kapolres Bogor: Mereka Bawa Dokumen Rapid Antigen

Ke depan, kejadian ini juga akan menjadi bahan evaluasi internal Pemkot Bogor, kepolisian dan lainnya pihak untuk memperbaiki pelaksanaan di lapangan. 

"Jadi saya kira kita sepakat bahwa aturan harus ditegakan dan kita melakukan evaluasi secara internal agar jangan sampai lolos. Setiap hari kita akan perbaiki lagi koordinasi di lapangan semua unsur agar barisan ini rapat. Tadi pagi memang belum ada pos statis, jadi ketika lewat info di lapangan belum ada kegiatan di pos," tutur Bima.

Keterangan yang dihimpun Wartakotalive.com menyebutkan, rombongan moge lolos dari pemeriksaan ganjil genap di Kota Bogor dan juga pemeriksaan surat rapid test antigen di jalur Puncak.

Baca juga: Identitas Rombongan Pengendara Moge Terungkap, Bima Arya: Kita Tindak dengan Denda Maksimal

Halaman
1234
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved