Ganjil Genap di Bogor

Inilah Ungkapan Pengendara Moge yang Langgar Ganjil Genap di Kota Bogor

Inilah ungkapan pengendara moge yang melanggar ganjil genap di Kota Bogor.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Inilah ungkapan pengendara moge yang melanggar ganjil genap di Kota Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Inilah ungkapan pengendara moge yang langgar ganjil genap di Kota Bogor.

Rombongan motor gede (moge) yang melakukan konvoi ke kawasan Puncak pada Jumat (12/2/2021) sedang viral di media sosial.

Konvoi pengendara Harley Davidson ini viral karena diduga menerabas aturan ganjil genap dalam rangka penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Bogor.

Jajaran Polresta Bogor Kota bergerak cepat untuk melacak dan mengidentifikasi  pelaku kejadian ini.

Sabtu (13/1/2021) pukul 01.00 WIB, Polresta Bogor Kota berhasil mengidentifikasi pelaku dan memanggil mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

“Dari 12 orang rombongan moge ini, kami menemukan 3 orang menggunakan plat ganjil,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo di Balaikota Bogor, Sabtu (13/2/2021).

Baca juga: 3 Moge Pelanggar Ganjil Genap Kota Bogor Ternyata Warga Jakarta dan Tengerang

Identitas tiga orang pengendara yang menggunakan plat nomor ganjil pada tanggal genap ini adalah sbb:

Harvadi, menggunakan Harley Davidson abu-abu silver dengan plat L 2271 BI.

Plat nomor ini ini yang viral di medsos.

Fairul Rohman (46), warga Tangerang, menggunakan Harley Davidson warna oranye dengan nopol AG 5177 REZ.

Tanu (32), warga Jakarta Utara, menggunakan Harley Davidson dengan nopol 6289ML.

“Kami serahkan ketiga pelanggar ini ke Satgas Covid-19 untuk ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” papar Susatyo.

Kapolres Bogor AKBP Harun soal konvoi Moge di kawasan Puncak
Kapolres Bogor AKBP Harun soal konvoi Moge di kawasan Puncak (Wartakotalive/Hironimus Rama)

Harvadi, salah satu anggota rombongan moge yang menggunakan plat nomor ganjil, meminta maaf atas pelanggaran yang mereka lakukan.

“Kami mewakili teman-teman lain memohon maaf kepada Pemerintah Kota Bogor, pak Walikota, Kapolresta dan Jajarannya serta Satgas Covid-19 atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari kegiatan kami kemarin pagi,” ujarnya.

Dia bersama teman-temannya mengaku tidak tahu ada aturan ganjil genap di Kota Bogor pada Jumat kemarin.

“Sebagai warga negara yang patuh hukum, kami telah menerima denda dan membayar sanksi yang diperintahkan Pemkot Bogor. Ini menjadi pembelajaran bagi kami,” tuturnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved