Minggu, 10 Mei 2026

Inter Milan

Antonio Conte Pelatih Inter Milan Meminta Maaf Atas Insiden Saat Coppa Italia di Turin

Antonio Conte pernah menjadi pemain dan pelatih di Turin, melontarkan kata-kata yang menghina ketua Juventus, Andrea Agnelli saat keduanya berdebat

Tayang:
inter.it
Pelatih Inter Milan meminta maaf atas insiden yang terjadi di kandang Juventus pada laga Coppa Italia 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Antonio Conte telah meminta maaf atas tindakannya selama pertandingan timnya pada laga Coppa Italia di kandang Juventus, dia seharusnya "bereaksi berbeda" setelah dia "dihina".

Pelatih Inter Milan, yang sebelumnya pernah menjadi pemain dan pelatih di Turin, melontarkan kata-kata yang menghina ketua Juventus, Andrea Agnelli saat keduanya berdebat di Allianz Stadium.

Bianconeri mendapatkan hasil imbang tanpa gol untuk melaju ke final dengan agregat 2-1, tetapi Conte meminta maaf ketika meninjau kembali insiden tersebut menjelang pertemuan Inter di Serie A dengan Lazio pada hari Minggu (14/2/2021).

Namun, mantan pelatih timnas Italia ini mengatakan setelah pertandingan Juve "membutuhkan lebih banyak sportivitas dan rasa hormat", menyarankan dia dihina terlebih dahulu.

Antonio Conte terlihat menunjukan jari tengahnya kepada orang yang 'menghina' dirinya di markas Juventus
Antonio Conte terlihat menunjukan jari tengahnya kepada orang yang 'menghina' dirinya di markas Juventus (thesun.co.uk)

"Saya hanya ingin berbicara tentang sepak bola selama konferensi pers, jadi saya akan mengatakan ini sebelum kita mulai: Saya di sini untuk meminta maaf," kata Conte.

"Saya bereaksi dengan cara yang salah untuk dihina. Saya bisa saja bereaksi berbeda dan itu akan menjadi lebih positif."

“Saya minta maaf dan saya akan belajar dari ini untuk referensi di masa mendatang. Hinaan dan provokasi seharusnya tidak menjadi alasan, karena saya tetap tidak seharusnya menanggapi seperti itu."

Baca juga: Antonio Conte akan Evaluasi Pemain Inter Milan sebelum Belanja Pemain Baru

"Semua orang melihat apa yang terjadi; itu penting bagi saya."

"Namun, kami sebagai pelatih, pemain dan presiden dimaksudkan untuk memberi contoh dan oleh karena itu saya seharusnya bereaksi terhadap penghinaan dan provokasi dengan cara yang berbeda - mungkin dengan acungan jempol atau tepuk tangan, untuk menunjukkan bahwa saya dapat mendengar apa yang dikatakan, tetapi itu akan menjadi tanggapan yang lebih positif."

"Setelah mengatakan semua itu, sekarang kami harus berkonsentrasi pada permainan. Orang ingin berbicara tentang sepak bola, bukan gosip," tutup Conte. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved