Imlek 2572

TNI-Polri Kerahkan Personel Menjaga Klenteng dan Vihara untuk Cegah Pelanggaran Protokol Kesehatan

Perayaan Imlek 2572 yang jatuh pada Jumat (12/2/2021) sangat berbeda. TNI/Polri yang biasa menjaga keamanan, kini lebih fokus pada penerapan prokes.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews/Jeprima
Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang, mendapat penjagaan dari aparat TNI-Polri untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan, selain penjagaan keamanan. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Perayaan Imlek 2572 yang jatuh pada Jumat (12/2/2021) sangat berbeda. TNI/Polri yang biasa menjaga keamanan, kini lebih fokus pada penerapan prokes.

Demikian dikatakan Kabagops Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Ruslan, Jumat (12/2/2021). Menurut Ruslan, pihaknya hingga saat ini masih mengamankan sejumlah rumah ibadah. 

Ia mengatakan, pengamanan tersebut dilakukan agar tidak terjadi kerumunan massa yang dapat memicu tersebarnya virus Covid-19.

"Kami tetap melakukan pengamanan di setiap tempat (kelenteng dan wihara)," kata Ruslan.

Dia mengemukakan, penjagaan di seluruh tempat ibadah di Kota Tangerang telah berjalan maksimal.

Pengurus rumah ibadah masing-masing juga telah mengimbau umatnya agar melakukan ibadah di rumah sesuai imbauan Kementerian Kesehatan.

"Alasan lainnya, pengurus kelenteng juga kan sudah memberi imbauan. (Jadi) tidak ada kerumunan (di klenteng dan wihara), sesuai aturan kapasitas ruangan yang hanya bisa diisi 50 persen (umat)," ucapnya.

TNI dan Polri mengerahkan lebih dari seratus personel untuk menjaga perayaan Tahun Baru Imlek 2572 di berbagai klenteng dan wihara di wilayah Kota Tangerang.

Menurut Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim, TNI-Polri dan Satpol PP Kota Tangerang mengerahkan total 116 personel gabungan.

"Semua wihara dan kelenteng diamankan masing-masing Polsek di wilayahnya. Kami dari Polres juga ikut mem-back up dengan mengerahkan personel," ujarnya.

Sekretaris Klenteng Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, mengatakan tidak ada umat yang berdesak-desakan saat melakukan ibadah secara langsung di klenteng tertua di Kota Tangerang tersebut.

"Setelah mereka sembahyang, kami wajibkan mereka untuk langsung pulang," kata Ruby.

Pihak klenteng juga tidak mengadakan pertunjukkan barongsai atau pemberian konsumsi untuk umat. Pihak klenteng menerapkan sejumlah aturan bagi umat yang hendak beribadah.

Umat wajib menggunakan masker selama berada di area klenteng. Umat yang datang harus melewati tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki area klenteng.

"Saat mereka datang, mereka dicek suhu tubuh. Lalu, mereka juga wajib mencuci tangan sebelum masuk area ibadah," ujarnya.

"Kondisi klenteng saat pra-Imlek sampai Imlek, sangat kondusif. Protokol kesehatan tetap kami lakukan dari semalam. Puncaknya, saat malam Tahun Baru Imlek, sudah diamati juga oleh Pemerintah Daerah dan Departemen Agama," tambah Ruby.

"Kami berterima kasih pada masyarakat Kota Tangerang dan masyarakat lain yang datang ke kelenteng dan mau memedulikan kesehatan dirinya," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved