Breaking News:

Berita nasional

Penegakan Hukum Berkontribusi Positif Terhadap Tingkat Kepuasan pada Pemerintahan Jokowi

penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah tersebut tidak signifikan ataupun angkanya kecil.

TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Ilustrasi penegakan hukum - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap KPK karena diduga terima suap dari eksportir benur 

Sementara itu faktor-faktor yang berkontribusi pada penurunan menurutnya tidak signifikan, karena juga terjadi di negara lain. Sulitnya menanganani Pandemi Covid-19, tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, melainkan juga negara lain.

"Tentu saja kalau Pandemi misalnya terjadi 143 negara, yang mengalami masalah yang sama, sehingga kalau menurut saya sih meskipun itu akan membuat masyarakat kurang puas, namun ada pemakluman, karena semua negara mengalami yang sama," kata dia.

Begitu juga faktor kinerja ekonomi. Karyono mengatakan kinerja di bidang ekonomi berkelindan dengan pandemi.

Meningkatnya pengangguran karena banyaknya PHK menyebabkan masyarakat kurang puas terhadap kinerja pemerintahan. Namun hal itu dapat dimaklumi karena dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Dalam beberapa bulan terakhir di 2020 misalnya meski pertumbuhan ekonomi masih minus namun angkanya menunjukkan perbaikan," kata dia.

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mengalami penurunan, atau masuk dalam fase terendah sejak terpilih menjadi Presiden RI kembali pada 2019.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menuturkan, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden terlihat masih tinggi yaitu sebesar 62,9 persen pada Februari 2021. Namun, jika dibanding setahun yang lalu, terjadi penurunan, karena pada Februari 2020 tingkat kepuasan di level 69,5 persen.

"Jadi tingkat kepuasan Februari 2021 lebih rendah, atau terendah sejak selesai pemilihan umum 2019," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Senin (8/2/2021).

Penurunan ini, disebabkan sikap publik yang tidak puas dengan kinerja Presiden mengalami peningkatan, dari 28 persen menjadi 35,6 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Burhanuddin menjelaskan, puas tidak puasnya publik terhadap kinerja presiden dikarenakan oleh pilihan politik di 2019, di mana pendukung Jokowi cenderung puas dengan kerja presiden. Tetapi, pendukung Prabowo Subianto tetap tidak puas meski sudah menjadi bagian dari pemerintah.

Halaman
123
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved